Mengenal Risiko dan Keunggulan Reksa Dana ETF, Aman Enggak Sih?

trade illustration - canva

Like

Seperti yang diketahui, dilansir dari laman Bursa Efek Indonesia (BEI), reksa dana exchange traded fund (ETF) merupakan reksa dana yang berbentuk Kontrak Investasi Kolektif yang unit penyertaannya diperdagangkan di Bursa Efek. Jadi, produk reksa dana ini diperdagangkan kayak saham-saham yang ada di bursa pada umumnya.

Di akhir 2019 lalu, transaksi reksa dana ETF makin menunjukan perkembangannya.Melalui Indonesia ETF Conference 2019, BEI mengungkapkan bahwa produk reksa dana ETF mengalami pertumbuhan hingga 260%.

Enggak cuma itu, dana kelolaan atau asset under management (AUM) dari reksa dana ini meningkat 136%. Manajer investasi yang punya produk ini juga jumlahnya makin banyak lho

Wah, kayaknya eksistensi reksa dana ETF enggak bisa diragukan nih. Hmm.. tapi reksa dana ETF ini aman enggak sih?

Seperti produk investasi lainnya, reksa dana ETF juga punya sejumlah keunggulan dan risiko tersendiri nih.


 

Keunggulan Reksa Dana ETF

Seperti yang disebutkan di awal, bentuknya yang bisa diperdagangkan di bursa efek, membuat reksa dana dinilai lebih mudah dan fleksibel. Soalnya, kamu bisa beli dan menjual produk reksa dana ETF ini kapanpun, sesuai waktu perdagangan yang berlaku di bursa efek.

Selain itu, reksa dana ETF juga juga punya cakupan yang luas. Misalnya, dengan 1 produk ETF, kamu bisa punya puluhan saham-saham unggulan. Reksa dana ETF juga dinilai lebih transparan, karena informasi mengenai ETF beserta saham-sahamnya bisa diakses kapanpun dan dimanapun kalian berada.

Enggak cuma itu, menurut BEI, biaya dan risiko reksa dana ETF relatif lebih rendah. Hal itu bisa terlihat dari likuiditas yang terjamin dan biaya transaksi ETF di pasar sekunder sesuai dengan komisi broker (broker fee).

 

Risiko Reksa Dana ETF

Dilansir dari laman Otoritas Jasa Keuangan (OJK), risiko berinvestasi di reksa dana ETF sebenarnya sama kayak jenis reksa dana lainnya. Risiko tersebut berupa berkurangnya nilai unit karena efek-efek yang dikelola juga bisa mengalami penurunan nilai investasi.

Selain itu, ternyata, reksa dana ini juga punya kemungkinan risiko biaya pajak capital gain. Namun, pajak tersebut hanya sebesar 0,1?ri nilai transaksinya. Ada juga risiko biaya selisih unit penyertaan, yang berasal dari selisih harga jual dan harga beli akibat unit penyertaannya enggak dijual pada Nilai Aktiva Bersih (NAB).

Meski begitu, dilansir dari Bisnis.com, reksa dana ini dinilai punya prospek yang baik di tahun 2020. Meskipun, ketidakpastian pasar masih berlanjut di tengah pandemi, reksa dana ETF diproyeksi enggak bakal terlalu berdampak.

Soalnya, pengelolaan reksa dana ETF lebih transparan, sehingga memudahkan kita buat mengawasi pergerakannya. Enggak cuma itu, ETF juga bisa memberi market performance  yang jauh lebih konsisten.