Bitcoin Terjun di Hari Pertamanya sebagai Alat Transaksi El Salvador, Ada Apa?

Kenapa Bitcoin Turun di Hari Pertama Digunakan El Salvador Illustration Web Bisnis Muda - Image: Canva

Like

El Salvador kini telah resmi menggunakan Bitcoin sebagai alat transaksi pembayaran yang sah. Seiring dengan hal itu, harga Bitcoin justru terjun di hari pertama resminya aset kripto tersebut digunakan di El Salvador nih, Be-emers.

Keputusan Presiden Nayib Bukele membuat El Salvador resmi menjadi negara pertama di dunia yang menggunakan Bitcoin sebagai alat transaksi pembayaran. Tentunya, El Salvador pun menjadi trending dan perbincangan di seluruh dunia.

Nah, gara-gara itu, Business Insider mencatat kalau banyak pihak yang berekspektasi hal tersebut bakal jadi pemicu kinerja Bitcoin. Bahkan, banyak pula yang berekspektasi bahwa hal itu bakal meningkatkan reli Bitcoin menuju ke angka US$54.000!

Baca Juga: El Salvador Resmi Beli 400 Bitcoin Pertamanya
 

Bitcoin Malah Terjun

Namun, bursa kripto berkata lain. Hari yang diyakini sebagai “Bitcoin Day” justru berbanding terbalik dengan kenyataan yang terjadi.

Tepat di hari pertama digunakan di El Salvador, harga Bitcoin malah anjlok nih, Be-emers! Dikutip dari laman Barrons.com. di perdagangan Selasa (7/9) sore, Bitcoin diperdagangkan sekitar US$47.000 alias turun 9 persen dalam 24 jam terakhir. Padahal. Bitcoin (BTC) sempat berada di level harga US$52.000 lho.


Bahkan, CoinDesk mencatat, Bitcoin sempat terjun hingga 15 persen, hingga berada di level US$43.000! Hal itu pun bahkan dinilai banyak pelaku pasar sebagai salah satu kinerja harian terburuk cryptocurrency sepanjang tahun ini.

Bahkan, dilansir Business Insider, volatilitas di pasar kripto juga menyebabkan penundaan perdagangan di banyak platform pertukaran cryptocurrency terkemuka di seluruh dunia. Mulai dari Coinbase, Kraken, hingga Gemini.

 

Kenapa Bitcoin Turun di Hari Pertama Digunakan El Salvador Illustration Web Bisnis Muda - Image: Canva


Kenapa Bitcoin Bisa Terjun saat El Salvador Resmi Menggunakannya?

Banyak mungkin yang mempertanyakan turunnya harga Bitcoin di saat El Salvador resmi menggunakannya. Nah, ternyata ada sejumlah hal yang dinilai mempengaruhi terjunnya harga Bitcoin di hari itu.
 

1. Aksi Jual untuk Ambil Cuan (Profit Taking)

Sebenarnya sih, di hari yang sama, enggak cuma Bitcoin yang mengalami penurunan harga. Barrons.com mencatat, penurunan Bitcoin juga berbarengan dengan turunnya Ethereum hingga 12 persen ke level US$3.460.

Nah, aksi jual untuk mengambil keuntungan alias profit taking dinilai jadi salah satu penyebab turunnya harga Bitcoin.

Pasalnya, Bitcoin telah naik lebih dari 50 persen sejak akhir Juli, yang mana saat itu masih diperdagangkan di sekitar US$34.000. Begitu juga dengan Ethereum, yang mengikuti peningkatan teknis dalam jaringan blockchain yang mendasarinya.

Meski begitu, dikutip Barrons, Founder Fairlead Strategies Katie Stockton menyatakan Bitcoin sekarang berada di hari “outside-down”, yang artinya Bitcoin diperdagangkan dalam kisaran yang lebih luas dan menuju penutupan yang lebih rendah.

Bahkan, sejauh ini, aksi jual terlihat seperti kemunduran kecil.Soalnya, Bitcoin belum menembus rata-rata pergerakan 50 hari di sekitar US$44.000, yang mana menurut Katie merupakan level support Bitcoin berikutnya.

Adapun, Katie juga menilai bahwa jika harga sudah stabil dari sekarang, hal itu jadi pengingat bahwa Bitcoin dan kripto lainnya tetap rentan terhadap penurunan cepat.

Baca Juga: Gara-Gara Bitcoin, El Salvador Jadi Terpecah Belah!
 


2. Pesimisme Penggunaan Bitcoin di El Salvador

Keputusan El Salvador untuk menggunakan Bitcoin sebagai alat pembayaran juga ramai menuai pro-kontra. Nah, dilansir Forbes, Direktur Pelaksana Kay Khemani mempertimbangkan bagaimana hal itu dapat mempengaruhi pasar bitcoin ke depan.

Menurutnya, meski El Salvador jadi penggebrak baru di dunia Bitcoin, tapi negara-negara berkembang lainnya enggak melakukan hal yang sama. Nah, hal itu pun dinilai sebenarnya bisa menciptakan serangkaian katalis potensial dan positif untuk adopsi jangka panjang.

Namun, dampak dari penggunaan Bitcoin di El Salvador tetap dinilai sebagai “pedang bermata dua” karena tidak ada ekonomi besar yang akan mengikutinya dalam waktu dekat. El Salvador juga telah menjadi subjek uji negara-negara besar yang akan melihat apakah merangkul Bitcoin bisa bermanfaat atau tidak.

Makanya, banyak pelaku pasar yang cenderung “wait and see” karena hal itu jadi opsi yang menurut Kay, jadi pilihan teori permainan terbaik dan kemungkinan akan diadopsi.


Gimana menurut kamu, Be-emers?