Kinerja Microsoft Cemerlang, Ini Pemicunya

Microsoft Raih Kinerja Cemerlang Illustration Web Bisnis Muda - Image: Canva

Like

Microsoft Corp. milik Bill Gates baru saja mencetak kinerja cemerlang nih, Be-emers. Bahkan, pertumbuhan kinerja Microsoft tersebut disebut-sebut melampaui perkiraan analis lho!

Dilaporkan Bloomberg, pendapatan Microsoft hingga 30 September 2021 yakni mencapai US$45,3 miliar. Pendapatan tersebut naik 22 persen dari periode yang sama di tahun sebelumnya.

Bahkan, raihan pendapatan itu telah melebihi perkiraan para analis yang disurvei oleh Bloomberg. Diketahui, mereka sebelumnya memprediksi pendapatan Microsoft berada di angka US$43,9 miliar.

Dengan adanya kenaikan pendapatan tersebut, laba yang tidak termasuk keuntungan pajak juga ikut naik menjadi US$2,27 per saham. Padahal, sebelumnya para analis memprediksi sebesar US$2,07.

Baca Juga: Welcome to The Club! Microsoft Jadi Perusahaan Kedua Amerika yang Bervaluasi US$2 Triliun
 

Cuan Microsoft Didukung Bisnis Cloud Computing

Bukan dari software, rupanya bisnis cloud computing alias komputasi awan lah yang jadi pemicu utama naiknya kinerja Microsoft nih, Be-emers. Perangkat lunak berbasis cloud Microsoft Corp. disebut membantu mendorong pertumbuhan penjualan dan laba yang kuat di tahun 2021.


 

Microsoft Raih Kinerja Cemerlang Illustration Web Bisnis Muda - Image: Canva



Bahkan, dilansir Bloomberg, CEO Microsoft Satya Nadella telah memperluas kesuksesan perusahaan dalam komputasi awan dengan menawarkan serangkaian kesepakatan untuk perangkat lunak Azure. Sekedar info, Azure berfungsi menyimpan data dan menjalankan aplikasi untuk perusahaan.

Berdasarkan data Microsoft, penjualan Azure dan layanan cloud lainnya meningkat 50 persen lho! Sementara itu, sebelumnya Microsoft mengatakan bahwa pihaknya melihat penjualan Intelligent Cloud pada kuartal kedua fiskal sebanyak US$ 18,4 miliar.

Penjualan cloud ke bisnis pada kuartal terakhir pun mencapai US$ 20,7 miliar, naik 36 persen. Pasalnya, dikutip Hood, dalam perangkat lunak Office melalui cloud, pelanggan memperluas jumlah langganan dan membayar lebih untuk tingkat produk premium untuk mendapatkan fitur seperti keamanan tambahan dan kontrol suara.

Meski begitu, bisnis Azure menghadapi persaingan ketat, terutama dengan Amazon Web Services -bisnis cloud milik Amazon Inc.. Walau pendapatan Azure telah tumbuh dengan kecepatan di atas 40 persen per kuartal, rupanya tingkat pertumbuhan Azure dilaporkan telah berfluktuasi dalam beberapa kuartal terakhir karena nilai tukar mata uang.

Baca Juga: Pentagon Batalkan Kontrak Kerjasama Komputasi Awan dengan Microsoft Senilai US$10 Miliar! Gara-Gara Amazon?

Di sisi lain, penjualan Office 365 ke pelanggan bisnis juga naik 23 persen. Hal itu dipicu adanya permintaan untuk fitur lanjutan yang mendorong lebih banyak pelanggan beralih ke langganan yang lebih mahal.

Akankah bisnis cloud Microsoft bakal mampu kalahkan Amazon atau Google?