Lonjakan Omicron Terus Melambung, Apple Tutup Semua Gerainya di New York

Apple New York Outlet Illustration Web Bisnis Muda - Image: 9to5Mac

Like

Tepat hampir sebulan sudah varian Omicron yang pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan ini telah menghinggapi hampir seluruh belahan bumi dunia. Dengan hadirnya varian Omicron ini menandakan bahwa  pandemi COVID-19 memang belum usai sepenuhnya.

Saat ini banyak sektor yang sebenarnya sedang berada dalam sektor pemulihan, begitu juga dengan produsen raksasa teknologi asal Cupertino, AS yang baru saja meluncurkan produk iPhone 13.

Berbekal data lonjakan kasus Omicron yang terus melambung di New York, alhasil Apple lebih memilih untuk menutup semua gerainya guna menghadang mata rantai kasus Omicron, nih, Be-emers!

Baca Juga: Muncul Varian Omicron, Menhub Cekatan Atur Peraturan Penyesuaian Perjalanan Internasional
 

Apple Tutup Semua Gerai di New York

Mengutip dari Reuters, tepat pada Senin, (27/12/2021) juru bicara Apple akhirnya mengungkap bahwasannya Apple telah menutup sebanyak 12 gerai yang terletak di New York seraya dengan lonjakan kasus Omicron yang terus melambung.

Secara terperinci, penutupan gerai di New York tersebut termasuk dari beberapa gerai terbesarnya yang terletak di Fifth Avenue, World Trade Center hingga SoHo.


Lalu diikuti dengan penutupan beberapa gerai lainnya seperti yang berlokasi di Upper West Side, Staten Island, West 14th Street dan Bronx serta alih fungsi pengoperasian sementara juga mencakup beberapa gerai di Stasiun Huntington dan Manhasset.

Akan tetapi, pihak Apple menawarkan solusi kepada pelanggan yang ingin membeli produknya dengan melalui situs web yang nantinya akan mendapatkan appointment untuk mengambil barangnya didepan gerai.

Upaya tersebut dengan ditempuh Apple agar meminimalisir antrean pelanggan untuk melihat, memegang dan berinteraksi didalam gerai, terlebih Apple juga baru saja meluncurkan beberapa produk anyarnya seperti iPhone 13 dan AirPods 3.

Apple juga terpaksa memberhentikan layanan Genius Bar yang biasanya membantu pelanggan dalam memberikan dukungan teknis tatap muka didalam gerai Apple ketika hendak ingin membeli produk.

Di samping itu, Apple juga telah memiliki komitmen untuk menghadang mata rantai varian Omicron ini dengan melakukan pemeriksaan disetiap harinya kepada seluruh karwayannya yang diikuti dengan sterilisasi pada setiap gerai, himbauan penggunaan masker dan pemberian kesempatan untuk karyawannya cuti jika tidak dalam keadaan yang optimal.

Sebelumnya, penutupan gerai sementara sebenarnya sudah dilakukan Apple pada awal bulan ini setelah diketahui terdapat beberapa karyawannya yang terpapar.

Secara terpisah, capaian angka penyebaran varian Omicron hingga saat ini di New York telah mencapai 33.995 jiwa yang diikuti dengan 65 kasus kematian sebagaimana dikutip dari Bisnis.

Langkah yang cukup bijak ya, Be-emers. Bagaimana menurutmu?