Stop Begadang! 5 Efek Buruk Ini akan Mengganggu Kesehatanmu

Ilustrasi sedang begadang (Sumber gambar: Pexels)

Like

“Begadang jangan begadang, kalau tiada artinya” -Rhoma Irama


Kerjaan yang enggak selesai-selesai, pertandingan klub bola favorit hingga drama korea yang mengantre buat ditonton sering banget jadi alasan kita untuk menunda tidur a.k.a begadang, bener enggak Be-emers? Padahal, tidur adalah kebutuhan penting agar tubuh dapat beristirahat agar siap menjalani hari berikutnya.

Kurangnya asupan tidur jelas menimbulkan banyak efek, paling seringnya adalah mengantuk dan lemas keesokan harinya. Namun, selain itu banyak juga efek jangan panjang yang mungkin terjadi akibat terlalu sering begadang, lho!

Berikut adalah beberapa gangguan kesehatan yang bisa muncul akibat terlalu sering begadang. Yuk, simak!

Baca Juga: Jaga Kesehatan Jantung, Berikut Olahraga yang Bisa Kamu Coba

 

1. Risiko Penyakit jantung

Kurangnya jam tidur (<6 jam per hari) dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung. Gejala-gejalanya mungkin tidak akan dirasakan dalam waktu singkat, tetapi kalau terus menerus tentu bisa berakibat fatal seperti aterosklerosis atau pengerasan arteri yang lambat laun dapat memicu serangan jantung hingga stroke. 


Bahkan, beberapa waktu lalu sempat ramai seorang wanita berusia 21 tahun yang terkena stroke akibat hobi begadangnya. Gak cuma pada orang tua, stroke juga sekarang sudah menghantui anak muda. Jangan sampai mengalami pengalaman yang sama ya, Be-emers
 

2. Risiko Obesitas

Kurangnya jam tidur ini juga dapat meningkatkan risiko obesitas atau kenaikan berat badan yang berlebihan. Banyak penelitian yang juga menemukan risiko ini lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang tidur dengan cukup setiap harinya karena metabolisme tubuh yang terganggu. 

Ditambah lagi begadang juga membuat tubuh lebih mudah lapar karena fungsi hormon yang bertanggung jawab untuk mengatur rasa lapar dan kenyang terganggu. Tidur yang kurang ditambah dengan cemilan bakal jadi combo yang bikin berat badan kamu naik. 

Baca juga: Cara Mengatasi Hustle Culture dan Faktor-faktor Penyebab Menjadi Hustle Culture
 

3. Kulit Tampak Kusam

Begadang juga dapat memicu produksi hormon stres (kortisol) meningkat dan menyebabkan rusaknya struktur kolagen pada kulit.

Kolagen yang rusak ini dapat membuat kulit wajah menjadi lebih kering dan tampak kusam hingga muncul kerutan dan garis-garis pada kulit wajah. Mata panda atau lingkaran hitam di bawah mata juga pasti akan muncul dan membuat wajah tampak tidak sehat.
 

4. Sistem Imun Menurun

Daya tahan tubuh atau sistem imun akan ikut melemah saat kita begadang nih, Be-emers.

Waktu tidur juga biasanya digunakan oleh tubuh untuk melawan infeksi dan memperbaiki sel-sel yang rusak. Akibatnya, tubuh akan lebih mudah terserang infeksi seperti influenza bahkan COVID-19.
 

5. Depresi

Begadang juga sering disebabkan karena adanya gangguan tidur atau insomnia yang salah satu penyebabnya adalah karena stress. Overthinking sebelum tidur yang tidak disadar dapat membuat otak tidak rileks berujung sulit tidur dan jika dibiarkan terus menerus dapat menyebabkan terjadinya depresi.

Kurangnya tidur dapat juga berakibat pada penurunan aktivitas amygdala di otak dalam mengontrol emosi, sehingga tak jarang mood akan ikut buruk setelah begadang di malam hari.  Stres hingga insomnia yang terus menerus juga tentunya membutuhkan pengobatan sebelum menjadi depresi dan tidak tertangani.

Masih banyak lagi efek buruk dari begadang dan kurangnya jam tidur ini yang juga saling berkaitan satu sama lain. Jadi, yuk Be-emers mulai sayangi tubuh sendiri dengan mengurangi begadang dan beri tubuh istirahat setelah lelah bekerja seharian. 




Editor: Rachma Amalia