Raja Charles III Dilempar Telur Lagi! Kamu Perlu Tahu Apa Itu Egging

Ilustrasi Pelemparan Telur King Charles - Image: Canva

Like

Raja Charles ketiga dikabarkan dilempari telur nih sama warga sipil. Ternyata, pelemparan telur, atau biasa disebut egging, punya artinya tersendiri yang sejarahnya perlu kamu ketahui, lho!

Dilansir dari New York Post, Raja Charles III dilempar telur oleh seorang warga sipil yang berusia sekitar 20 tahun. Telur tersebut dilemparkan ke arah raja saat ia tengah berjalan-jalan menyapa warga di wilayah Luton, Inggris.

Raja berusia 74 tahun itu pun akhirnya dijauhkan dari kerumunan besar oleh pihak keamanan kerajaan.

Namun, kejadian itu bukan yang pertama kalinya. Sebelumnya, saat Charles dan Permaisuri Camilla tiba di York pada bulan November 2022 untuk kunjungan resmi, seorang pengunjuk rasa melemparkan beberapa telur ke arahnya.

Sejak meninggalnya ibunya Ratu Elizabeth II, Raja Charles telah melakukan perjalanan ke seluruh Inggris untuk tampil di depan umum. Meski telah dua kali dilempari telur, terpantau media, Raja Charles tetap terlihat ceria saat dia berjabat tangan dengan publik.


Sementara itu, para pelempar telur itu ditangkap karena dicurigai melakukan penyerangan.

Di satu sisi, tindakan pelemparan telur itu punya arti dan sejarahnya tersendiri, lho! Apakah melempar telur termasuk ancaman?

Baca Juga: Dokumenter Harry-Meghan Bakal Bocorkan Sisi Lain Kerajaan Inggris?

 

Apa Itu Egging atau Pelemparan Telur - Image: Canva

 

Apa Itu Egging?

Pelemparan telur atau egging bisa dilakukan oleh siapapun dengan maksud atau tujuan yang berbeda-beda.

Pada dasarnya, egging adalah tindakan melempar telur ke orang atau properti. Telur yang dipakai biasanya mentah, tetapi bisa juga direbus atau bahkan busuk.
 

Dampak Pelemparan Telur (Egging)

Pelemparan telur dianggap sebagai aksi vandalisme. Kalau dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, aksi vandalisme adalah bentuk perusakan dan menghancurkan hasil karya seni dan barang berharga lainnya atau perusakan dan penghancuran secara kasar dan ganas.

Kenapa aksi pelemparan telur dianggap vandalisme?

 

Melempar Telur Termasuk Aksi Vandalisme - Image: Canva


Soalnya, pelemparan telur atau egging bisa menimbulkan dampak seperti kerusakan. Misalnya, saat telur dilemparkan ke mobil, kulit telur dapat mengikis cat hingga merusak panel bodi.


Apalagi kalau melempar telur yang sudah busuk. Benda yang terkena telur akan sulit dibersihkan karena menimbulkan bau yang menyengat. Bahkan, kalau telur dilempar ke muka seseorang, hal itu bisa menyebabkan cedera serius pada kulit dan mata.

Baca Juga: Prince Harry & Meghan Markle Trending, Ini Fakta Menarik Kerajaan Inggris di Serial Netflix The Crown
 

Alasan Orang Melempar Telur (Egging)

Motif pelemparan telur pun juga beda-beda, lho. Ada yang bertujuan untuk menyakiti orang atau bentuk protes, hingga hiburan.
 

1. Melempar Telur sebagai Bentuk Protes

Di beberapa kasus, pelemparan telur kepada seseorang atau bahkan benda tertentu dilakukan sebagai aksi protes.

Makanya, enggak heran sih, kalau pelemparan telur yang menimpa Raja Charles III dikaitkan dengan aksi protes masyarakat Inggris terhadap pemerintahannya.

Walaupun, belum tentu juga sih orang yang melempar telur itu memang benar-benar protes. Ada kemungkinan lain, seperti ancaman atau bertujuan untuk mencelakakan orang lain.

Enggak cuma Raja Charles III yang pernah kena serangan pelemparan telur. Kejadian serupa juga pernah menimpa pejabat lainnya.

Dilansir ISTOE Independente, saat berkampanye untuk pemilihan ulang pada 1 Juni 1970, Perdana Menteri Inggris Harold Wilson pernah dipukul wajahnya dengan telur mentah oleh seorang anggota Konservatif Muda.

Dalam jurnal Revolution in Orange, disebutkan bahwa selama pemilihan presiden Ukraina 2004, kandidat Viktor Yanukovych pernah sampai dilarikan ke rumah sakit karena dipukul dengan telur oleh oknum.

 

Alasan Orang Melempar Telur - Image: Canva

 

2. Melempar Telur sebagai Hiburan

Tindakan melempar telur (egging) kadang enggak bersifat negatif kok. Di sejumah negara, melempar telur justru dilakukan sebagai sarana hiburan atau festival.

Misalnya di Amerika Serikat dan Inggris, ada perayaan yang disebut sebagai Mischief Night, yang mana para remaja banyak melakukan aksi vandalis. Mulai dari menyemprotkan cat grafiti, meneriakkan kata-kata kotor, menghiasi pohon dengan tisu toilet, dan melempar telur ke rumah.

Dilansir mundoestranho.abril.com.br, orang-orang Brazil punya budaya melempari telur ke orang yang sedang berulang tahun. Bahkan, melempari telur ke orang yang berulang tahun adalah hal yang biasa dan dianggap hiburan.

Hal yang sama juga dilakukan oleh masyarakat Meksiko. Bagi mereka, saat ada kulit telur yang “nyangkut” di kepala orang yang berulang tahun, maka hal itu dianggap keberuntungan.

Lucunya, telur yang bakal dilempar biasanya diisi dengan konfeti dan diwarnai dengan pewarna atau krayon. Wah, pas ulang tahun pernah dilempar telur juga enggak nih sama teman-teman kamu?
 

Hukuman Melempar Telur

Walaupun melakukan aksi lempar telur dianggap hiburan, kamu enggak boleh menyepelekan hal itu, lho!

Soalnya, orang yang kena lemparan telur bisa melakukan tuntutan secara hukum. Ingat, aksi pelemparan telur bisa dianggap sebagai tindakan vandalisme! 

Di Indonesia, dilansir dari Hukumonline, pelaku vandalisme bisa kena Pasal 406 ayat (1), Pasal 408, dan Pasal 489 ayat (1) KUHP. Selain itu, kalau aksi vandalisme itu dilakukan secara bergerombol, maka pelakunya bisa terancam pidana berdasarkan Pasal 170 ayat (1) KUHP.

Hayoo, kalau kayak gini, masih berani iseng lempar telur ke orang lain atau melakukan aksi vandalisme lainnya?

Punya opini untuk dibagikan juga? Segera tulis opini dan pengalaman terkait investasi, wirausaha, keuangan, lifestyle, atau apapun yang mau kamu bagikan. Submit tulisan dengan klik "Mulai Menulis".
 
Submit artikelnya, kumpulkan poinnya, dan dapatkan hadiahnya!
 
Gabung juga yuk di komunitas Telegram kami! Klik di sini untuk bergabung.