Update Saham Bisnis Muda, Edisi 16 Juli 2020

Update Saham Bisnis Muda

Like

IHSG konsisten menghijau di sesi pertama perdagangan hari ini (16/7). Bahkan, pergerakan positif Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ini sempat berhasil sentul level 5.100 lho, Be-emers.

Sepuluh menit usai pembukaan, IHSG langsung melesat ke level 5.101,57. Hingga akhir sesi pertama perdagangan hari ini, IHSG terpantau menguat 0,37 persen di level 5.094,75.

Adapun, saham PT Astra International Tbk (ASII) jadi saham paling aktif di sesi pertama ini dengan nilai transaksi mencapai Rp195,29 miliar. Sementara itu, 7 dari 10 sektor di dalam IHSG bergerak positif. 

Penguatan kali ini dipimpin oleh sektor konsumer yang meroket hingga 25,77 persen. Di posisi kedua ada sektor aneka industri yang menguat 22,28 persen.

Menurut Direktur PT Indosurya Bersinar Sekuritas William Wijaya, dikutip Bisnis.com, pergerakan positif IHSG ini terjadi seiring akan dirilisnya data perekonomian tingkat suku bunga hari ini. Adapun, pergerakan IHSG di sesi awal ini masuk dalam fase konsolidasi wajar.
 

Kinerja Emiten

Di paruh kedua ini, sejumlah emiten BUMN karya tengah menghirup nafas segar. Pasalnya raihan kontrak dari sejumlah proyek telah siap untuk digarap.


Dilansir dari Bisnis.com, hal itu dialami sama tiga emiten BUMN karya seperti ADHI, WIKA, dan PTPP. Hingga Juni 2020, tercatat PTPP telah meraih kontrak baru senilai Rp8,98 triliun, yang terdiri dari Rp7,91 triliun milik induk perusahaan dan Rp1,07 triliun milik anak usahanya.

Kontrak baru tersebut didominasi oleh proyek perusahaan BUMN sebesar 39 persen dan 27 persen dari pemerintah melalui APBN. Sedangkan pihak swasta memiliki porsi 27 persen dari total raihan kontrak baru tersebut.

Sementara itu, PT Adhi Karya Tbk (ADHI) berhasil membukukan kontrak baru senilai Rp3,7 triliun di semester I/2020. Nilai kontrak baru tersebut diketahui di luar pajak.

Hingga Juni 2020, ADHI telah merealisasi perolehan kontrak baru yang didominasi oleh proyek jaringan irigasi di Kudus, Jawa Tengah. Adapun kontrak baru yang diraih ADHI tersebut didominasi 90 persen bisnis konstruksi dan energi.

Sedangkan WIKA, hingga akhir Mei 2020 lalu, telah berhasil mengantongi nilai kontrak baru senilai Rp3,14 triliun. Perolehan kontrak itu sebagian berasal dari produk precast concrete.

Enggak cuma itu, nilai kontrak baru tersebut juga berasal dari proyek infrastruktur seperti pembangunan jalan, gedung, dan sebagainya. Dengan adanya perolehan kontrak baru tersebut, ditambah arus kas yang kuat, WIKA pun optimis kalau ritme bisnisnya bakal pulih di paruh kedua 2020 ini.


Ada kabar apa lagi ya dari bursa hari ini?