Ini Perbedaan 3 Program Haji Resmi Pemerintah Indonesia!

Jamaah Haji Tanpa Batasan Usia (Sumber gambar : Himpuh)

Like

Indonesia memiliki penduduk mayoritas muslim. Jumlah penduduk muslim yang banyak menjadikan negara Indonesia sebagai negara nomor satu di dunia dengan jumlah jamaah Haji terbanyak, sehingga kuota yang diberikan pemerintah Arab Saudi juga lebih banyak dibandingkan negara lainnya seperti Malaysia. 


Hukum Haji dalam Islam


Haji menjadi salah satu rukun Islam, wajib bagi yang mampu. Mampu di sini bukan hanya dalam artian secara finansial tetapi juga secara fisik dan psikis. Diluar sana, banyak yang memiliki finansial cukup tetapi kesehatannya tidak mendukung, begitupun sebaliknya.

Sehingga, apabila seseorang memiliki kemampuan finansial dan kesehatan, Haji menjadi wajib hukumnya untuk dilakukan. Tetapi sepenuhnya, haji itu memang panggilan Allah SWT.

Baca Juga: Biaya Haji 2023 Naik, Cari Tahu Penyebabnya!


Program Haji di Indonesia


Memiliki jumlah penduduk yang sangat banyak serta mayoritas beragama Islam, negara Indonesia memiliki beberapa program haji, baik yang langsung ditangani pemerintah maupun ditangani pihak swasta tetapi dalam pengawasan pemerintah.


Program haji secara resmi di Indonesia terbagi menjadi 3 jenis, yaitu sebagai berikut Be-emers :


1. Haji Reguler


Jenis yang pertama ini adalah haji yang dikelola langsung oleh pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama. Porsi keberangkatan jamaah reguler juga jauh lebih banyak dibandingkan program haji lainnya, yaitu sekitar 10 kali lebih banyak dari porsi program haji lainnya.

Untuk tahun 2023, jumlah porsi sekitar 203.320 jamaah dengan biaya yang sudah di tentukan oleh pemerintah, biaya tersebut hanya diminta sekitar 55 persen dari total keseluruhan harga yakni sekitar Rp50 jutaan.

Meskipun kuotanya lebih banyak, kalau Be-emers memilih untuk mengambil program ini, tetap harus lebih bersabar yah, karena antriannya paling lama dibandingkan program haji plus dan furodha. 


2. Haji Plus Kuota Pemerintah


Ada yang menyebutnya ONH Plus. Kalau haji reguler jumlah porsi, teknis, dan berbagai urusan di atur Kementerian Agama daerah masing-masing beda halnya dengan haji plus yang diatur oleh Kementerian Agama Pusat. 

Untuk proses pendaftarannya bisa dilakukan di biro yang memiliki izin haji dari pemerintah atau biasa kita sebut PIHK (Penyelenggara Ibadah Haji Khusus).

Harga memang lebih mahal dari haji reguler tetapi fasilitas lebih bagus serta masa antrian yang lebih pendek, sekitar 5-7 tahun. Kisaran biaya tahun 2023 antara Rp260 juta - Rp300 juta. 

Baca Juga: Tips Milenial Mengatur Keuangan untuk Biaya Ibadah Haji


3. Haji Furoda


Berbeda dengan dua program di atas, Haji Furoda ini menggunakan visa mujamalah, visa ini bukan wewenang pemerintah Indonesia melainkan undangan khusus dari Arab Saudi.

Bisa dikatakan bahwa program haji ini, persetujuannya langsung dengan pemerintah Arab, meskipun demikian, dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umroh, program Haji Furodha bersifat legal. 

Demikian perbedaan tiga program haji resmi yang ada di Indonesia, jangan sampai terkecoh dengan pengadaan haji abal-abal menggunakan visa wisata yah Be-emers, karena resikonya sangat besar, selain bisa kehilangan dana besar, hal ilegal bisa dikenai sanksi hukum, loh.

Punya opini atau tulisan untuk dibagikan juga? Segera tulis opini dan pengalaman terkait investasi, wirausaha, keuangan, lifestyle, atau apapun yang mau kamu bagikan. Submit tulisan dengan klik "Mulai Menulis".
 
Submit artikelnya, kumpulkan poinnya, dan dapatkan hadiahnya!
 
Gabung juga yuk di komunitas Telegram kami! Klik di sini untuk bergabung.