Sosok di Balik Aplikasi Musik Raksasa, Spotify

Instagram Bisnis Muda

Like

Hmm penggemar dan pendengar musik masa kini, pasti kenal kan sama aplikasi streaming musik Spotify, kan?

Kabarnya, perusahaan ini baru aja menerima keuntungan besar setelah sahamnya melonjak hampir 10 persen pada Selasa (24/10) lalu.


Saham Spotify (SPOT) 


Dilansir dari TradingView berikut adalah data market Spotify.


Pendapatan

 Q3 2022: US$3,06 miliar (+3,68 persen)
 Q3 2023: US$3,65 milliar (+19,48 persen)


Keuntungan

 Q3 2022: US$744,97 juta (-4,53 persen)
 Q3 2023: US$954,03 juta (+28,06 persen)


Pengguna aktif bulanan spotify mencapai +26 persen. Sedangkan pelanggan premium tahunan mencapai +16 persen. 

Di balik kesuksesan Spotify, ternyata ada andil pria kelahiran Stockholm yang menjadi salah satu pendirinya nih, Be-emers.

Siapakah dia? Mau dong kenalan!


Sepak Terjang Pendiri Spotify


Salah satu pendiri Spotify yang turut membesarkan platform itu hingga seperti sekarang adalah Daniel Ek. Pria ini lahir di Stockholm pada tanggal 21 Februari 1983. 

Tercatat bahwa kekayaannya hingga saat ini sebesar US$3,1 miliar. Ek besar di distrik Rågsved, Stockholm, Swedia.

Ia sangat menyukai bidang teknologi digital sejak kecil dan mulai membuat situs web sejak usianya baru 13 tahun.

Hal ini didukung dengan pendidikan yang ditempuhnya. Ia bersekolah di SMA IT-Gymnasiet di Sundbyberg pada tahun 2002. Setelah itu ia melanjutkan pendidikan tinggi di KTH Royal Institute of Technology.

Sebelum berkarir di Spotify Daniel Ek telah lebih dahulu berkarir di beberapa tempat. Di tahun 2006 dia menempati posisi senior di Tradera, pasar online terbesar di Nordik untuk barang bekas. 

Lalu di tahun yang sama dia pindah ke salah satu perusahaan lelang di Nordic. Masih di tahun yang sama Daniel menjadi CEO uTorrent.


Perjalanan Ek dengan Spotify


Ek pertama kali punya ide untuk Spotify pada 2002, ketika sebuah layanan musik Napster ditutup dan diambil alih situs ilegal lain.

Dari situ, Ek sadar kalau sulit banget untuk bisa membuat aturan untuk menghindari pembajakan musik.

Satu-satunya cara adalah dengan menciptakan layanan yang lebih baik daripada menyediakan musik bajakan, sambil tetap memberikan kompensasi kepada industri musik.

Ek dan partnernya, Martin Lorentzon kemudian mendirikan Spotify dan merilisnya pada 2008. 

Awalnya, Spotify berjalan dengan model peer-to-peer, mirip dengan uTorrent, tapi pada 2014 beralih ke model server-client.

Hingga pada Oktober 2015, Martin mundur dari Spotify. Akhirnya Ek mengambil alih jabatan tersebut dan menjadi CEO Spotify sampai saat ini.

Ek kemudian dinobatkan sebagai orang paling berkuasa di industri musik oleh Billboard lewat Spotify. Saat ini, Ek memiliki 31,93 juta saham atau 16,5 persen saham Spotify.

Terbukti, kiprah Spotify pada Juni 2017 telah mengumpulkan dana ventura lebih dari US$2,5 miliar dan pada April 2019 memiliki 217 juta pengguna aktif.

Artikel ini juga tersedia dengan visual yang lebih menarik di Instagram Bisnis Muda lho, Be-Emers!

Pastikan kamu melihatnya dengan klik foto di bawah ini, ya!

Jangan lupa tinggalkan kritik, saran, atau masukan di kolom komentar!

 

Instagram Bisnis Muda