Zakat Fitrah: Peran dalam Peningkatan Ekonomi Masyarakat dan Hubungan Muamalah

https://pixabay.com/id/photos/nasi-butir-beras-makanan-memasak-3622461/

Like

Punya pengalaman yang tidak menyenangkan ketika bekerja dengan orang lain? Saya pernah mengalaminya.

Waktu itu, saya bekerja di sebuah lembaga bimbingan belajar yang didirikan oleh keluarga pacar teman saya, lebih tepatnya teman sekelas, satu jurusan, dan tentu saja satu angkatan kuliah saya pula. 

Bayangkan, baru jadi pacar saja sudah membuka bisnis dengan modal sampai dua ratus jutaan itu. Sistem franchise alias waralaba.

Baca Juga: 3 Tips Kunci Memaksimalkan Produktivitas di Bulan Ramadan

Berarti, otomatis teman saya akan jadi menantunya langsung. Padahal, namanya hubungan cinta dalam pacaran bisa putus di tengah jalan, ya 'kan?


Lembaga tersebut khusus atau fokus pada pendidikan Bahasa Inggris. Dari namanya saja sudah terlihat kalau itu tempat kursus bahasa Inggris. Lokasinya di luar Jogja, di wilayah Jawa Tengah, dekat Solo, begitu. Silakan dicek sendiri ke sana! Eh! 

Teman saya itu melihat saya punya potensi untuk menjadi seorang marketer, soalnya dahulu pernah bikin bisnis bareng waktu semester lima.

Makanya, ketika saya sudah tinggal di Kendari, Sulawesi Tenggara, dia mengajak saya untuk join dan kerja sama. Sebenarnya, bukan berupa bisnis bersama sih, saya merasa lebih sebagai karyawan dan pembantu mereka. 

Baca Juga: Tips Supaya Ngga Stres Selama Ramadhan, Atur Pola Makan Hingga Relaksasi Jadi Pilihan

Saya menjadi marketer, sementara teman saya itu menjadi kepala cabang. Dari segi pengalaman mengelola bisnis jelas kurang, tetapi karena dia akan menjadi menantu keluarga pacarnya, maka dijadikan saja sebagai kepala cabang tersebut. 

Awalnya sih, berjalan biasa-biasa saja. Namanya usaha baru, untuk memperkenalkan diri ke masyarakat tentu butuh waktu.

Saya dan salah seorang tentor, berkeliling di sekolah-sekolah untuk mempromosikan lembaga tersebut. Dari segi respon sih, cukup bagus, lah yauw!

Lokasi bangunannya tepat di sebelah sebuah SMP negeri. Jadi, kalau anak-anak berangkat maupun pulang sekolah, melewati depan halaman.

Akhirnya ada yang bergabung satu orang, cewek, langsung ambil paket tertinggi seharga 3-4 juta dalam setahun. Ini, sih, memang seperti kelas eksekutif dalam di kereta api.