Bisakah Bitcoin Menuju Puncak US$70.000? Antisipasi Halving dan Volatilitas Harga, Minggu Ini Menentukan

Ilustrasi Bitcoin (Sumber gambar: Pixabay.com)

Like

Bitcoin, mata uang kripto terbesar di dunia, kembali menjadi pusat perhatian minggu ini.

Setelah mengalami penurunan harga yang signifikan pada akhir pekan lalu, Bitcoin dan pasar kripto secara keseluruhan kini berjuang untuk pulih dari gejolak tersebut.

Hal ini terutama dipicu oleh kombinasi tekanan makroekonomi global dan antisipasi akan halving Bitcoin yang akan datang.

 

Volatilitas Harga Bitcoin yang Tak Terduga

Minggu ini dimulai dengan Bitcoin berusaha keras untuk mendapatkan kembali posisi yang hilang setelah mengalami penurunan harga sebesar 15% pada akhir pekan sebelumnya.

Gejolak harga yang signifikan ini menciptakan situasi yang menantang bagi para trader, dengan banyak di antaranya merasa terpukul oleh penurunan tajam tersebut.


Baca Juga: 5 Meme Coin yang Siap Meledak Setelah Halving Bitcoin 2024

Namun, meskipun penurunan harga yang signifikan, Bitcoin telah mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan.

Sensitivitas terhadap geopolitik menjadi fokus utama minggu ini, dengan banyak komentator membandingkan peristiwa terkini di Timur Tengah dengan crash pasar lintas sektor yang disebabkan oleh COVID-19 pada Maret 2020.

Sampai saat ini, altcoin telah menjadi korban utama dari reaksi pasar yang tajam terhadap ketegangan antara Israel dan Iran, dengan BTC/USD berhasil mempertahankan level dukungan sebesar $60,000.

Namun, leverage tetap mengalami penurunan yang signifikan, bahkan pada Bitcoin sendiri, 30% minat terbuka menghilang dalam sekejap.

Baca Juga: 3 Negara di Amerika Selatan Gunakan Bitcoin Sebagai Mata Uang

Menghadapi masa depan, masih banyak hal yang perlu dipertimbangkan. Sementara volatilitas harga sudah cukup terlihat, Bitcoin hanya beberapa hari lagi menuju halving blok berikutnya.

Dengan demikian, panggung telah siap untuk kondisi volatil yang berlanjut karena aksi harga Bitcoin menjadi jauh dari membosankan.