Jakarta Berada di Peringkat 103 Survei Kota Pintar, Pemerintah Masih Perlu Berbenah!

Jakarta berada pada urutan 103 dari 142 negara dalam hasil survei Smart City Index (SCI) 2024. (Sumber gambar: freepik.com)

Like

Salah satu survei mengukur tingkat Smart City Index (SCI) 2024 yang dikeluarkan oleh Institute Management and Development (IMD), menunjukan Jakarta di urutan ke 103.

Pengukuran dilakukan di berbagai kota yang tersebar di beberapa belahan dunia, dengan total 142 kota yang berhasil disurvei.

Sudah berganti statusnya dari Daerah Khusus Ibukota Jakarta menjadi Daerah Khusus Jakarta (DKJ), masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan pemerintahan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Selain Jakarta, beberapa kota lain di Indonesia seperti Medan dan Makassar juga turut dalam daerah survey. Masing-masing mendapat peringkat 112 dan 115 dalam rangking SCI.

Baca Juga: Pemkot Bandung Menjaga Stabilitas Harga Bahan Baku Pangan Jelang Idul Fitri


 

Jakarta Masih Tertinggal dari Hanoi

Kota Jakarta yang menempati peringkat ke-103 sebenarnya mengalami penurunan 1 peringkat dibandingkan tahun lalu.

Begitu juga dengan kota Makassar. Sementara, Kota Medan masih stagnan di posisi 112 sama dengan tahun kemarin.

Melansir dari Bisnis.com, setidaknya ada 3 masalah utama yang harus segera pemerintah selesaikan.

Diantaranya masalah polusi udara yang dikeluhkan sebanyak 68,4% responden, kemacetan yang dikeluhkan 66% responden, dan korupsi sekitar 51,7% responden.

Ada satu poin yang sama dari kekhawatiran masyarakat di 3 kota besar di Indonesia yang disurvei oleh IMD.

Baca Juga: Kampanye Kendaraan Listrik Lagi Booming: Bagaimana Dukungan Pemerintah dan Potensi Ekonomi?

Korupsi masih jadi salah satu dari 3 faktor utama yang dikeluhkan masyarakat. Nampaknya pemerintah masih perlu banyak berbenah mengenai permasalahan ini.

Di samping itu, para peneliti yang melakukan survei di Jakarta juga menemukan bahwa masyarakat puas dengan upaya pemerintah menciptakan lapangan pekerjaaan, kemudahan pembelian tiket transportasi umum secara online, hingga pencarian kerja yang terintegrasi dengan internet.

Indonesia sebenarnya bisa berkaca dan belajar banyak dari negara-negara di Asia Tenggara. Seperti Singapura yang berada di peringkat lima besar, naik dua peringkat dari tahun lalu. Hanoi, Vietnam juga mengalami kenaikan 3 peringkat ke posisi 97 dari 142 negara.