Inspirasi Berlimpah di Saat Wabah

Beberapa Episode Inspirasi Ramadan. Selengkapnya bisa dilihat di @irfanilmyah.

Beberapa Episode Inspirasi Ramadan. Selengkapnya bisa dilihat di @irfanilmyah.

Like
Pandemi menjadi pukulan berat bagi semua pihak. Dari mulai pebisnis, pekerja di sektor informal, dan lain-lain, semuanya terdampak. Semuanya mengalami masa-masa sulit.

Saya sebagai mahasiswa tingkat akhir yang sedang menyusun tesis termasuk yang terdampak dari adanya COVID-19 ini. Perpustakaan kampus juga yang lainnya tutup sehingga saya juga banyak teman-teman lain tidak bisa mengakses buku-buku referensi.

Di mana keberadaan buku itu sangat penting bagi kelancaran penyusunan tugas akhir kami. Jadilah, saya dan juga beberapa teman berada dalam pusaran kebingungan, antara terus mengerjakan atau mencari kesibukan lain (positif tentunya).

Saya mencoba mencari kesibukan lain saat tinggal di rumah. Apa yang bisa saya lakukan dan juga menyukainya, saya coba lakukan. Selama itu sesuatu yang  baik, saya pikir, ini juga momen tepat untuk memulai dan membiasakannya.

Beberapa saat menjelang Ramadan saya terpikir untuk membuat segmen di podcast yaitu membacakan esai. Selain puisi, saya memang menyukai esai. Banyak sekali lomba esai sepanjang tahun yang bisa diikuti berbagai kalangan, dari mulai siswa SMA, mahasiswa, dan umum. Meskipun lomba yang ditujukan untuk mahasiswa S1 lebih banyak jumlahnya.

Nah, di segmen tersebut saya membacakan esai-esai yang menurut saya bagus dan bisa dijadikan referensi bagi para pendengar mengenai esai berkualitas itu seperti  apa. Esai yang saya pilih untuk dibacakan memang subjektif saya.

Awal pembuatan segmen tersebut karena saya terinspirasi dengan segmen pembaca menulisnya Podluck Podcast. Genre tulisan yang dibacakan di Podluck Podcast yaitu cerpen. Saya suka cerpen juga, tapi tidak sesuka puisi dan esai. Dan saya akhirnya memilih esai untuk dibacakan. Setelah saya cari di Spotify dengan keyword esai pun belum terlalu banyak podcast yang membacakan esai.

Saat esai pertama dibacakan, saya mengunggah gambarnya di Instagram Story sambil me-mention akun Podluck Podcast. Dari sana, entah pengelola podcast tersebut juga melihat dan mendengar beberapa episode podcat saya atau bagaimana. Yang intinya Teman Duduk Podcast dijadikan sebagai salah satu yang direkomendasikan oleh mereka.

Melalui akun Instagram Teman Duduk Podcast, kami pun berkomunikasi lebih lanjut dan pihak Podluck menawari saya untuk bekerja sama untuk mengangkat segmen membacakan esai di podcastnya. Saya cukup mengirimkan file audio dan poster saja. Saya yang sangat membuka kesempatan kolaborasi tentu menerima tawaran menarik itu.

Hingga sekarang, sudah ada 3 episode segmen membacakan esai yang diposting oleh Podluck Podcast, baik di beberapa platform pemutar podcast maupun di kanal YouTube-nya. Statistik pendengar segmen ini pun lumayan banyak. Saya tentu amat senang mengetahuinya.

Inspirasi Ramadan
 

Inspirasi Ramadan Episode 1

Inspirasi Ramadan Episode 1

Inspirasi Ramadan yaitu konten di akun Instagram saya (@irfanilmyah) berupa podcast singkat dengan durasi minimal 5 menit dan maksimal 9 menit dengan tambahan spektrum. Pengisinya sendiri untuk tiap episode berbeda-beda. Jadi, dalam 30 hari Ramadan, ada 30 episode podcast dengan beragam tema, dari mulai makna Ramadan, Stoicism, Keutamanaan Al-Quran dan lainnya.

Mula-mula Inspirasi Ramadan memang ditujukan untuk saya sendiri. Saya ingin melatih konsistensi bikin sesuatu. Dalam hal ini sebenarnya saya enggak bikin apa-apa. Saya hanya bikin episode 1 saja. Selebihnya saya hanya mengedit punya orang.

Ya, di sinilah konsistensi saya dilatih dan diuji. Kalau fokus, dari mulai ngedit audio, ngedit background, bikin spektrum, hingga akhirnya posting dan distribusi kontennya butuh waktu 1 hingga 1,5 jam perhari.

Ada tujuan lain tentu. Saya ingin agar apa yang saya kreasikan juga bisa membantu orang-orang. Tak melulu harus menjadi inspirasi bagi mereka. Bisa saja buat teman mereka menghabiskan waktu di rumah sebagaimana digalakan pemerintah di masa wabah.

Pikiran saya di awal adalah tentang apakah akan ada orang-orang yang bersedia saja ajak gabung di Inspirasi Ramadan. Fokus ke sana. Dan selanjutnya soal apakah saya akan cukup kuat melawan godaan-godaan agar berhenti di tengah jalan untuk meminta kenalan-kenalan saya untuk berbagi, menagih rekaman beserta foto, mengedit rekaman plus poster, hingga akhirnya jadi semacam tampilan visual antara audio plus spektrum sebagaimana saya paparkan sebelumnya.

Seingat saya, di hari ke-13 dan beberapa hari lainnya saya kehabisan stok audio untuk Inspirasi Ramadan. Hari-hari tertentu hal ini terulang kembali. Sungguh menakutkan kalau-kalau di hari itu saya absen memposting episode baru.

Sayang saja sesuatu yang sudah diniatkan akan dituntaskan tapi di tengah perjalannya mesti kandas lantaran ada kendala ini dan itu. Kendala pasti ada, dan harusnya bisa diatasi. Di sinilah tantanganya. Hidup tanpa tantangan mungkin serupa lagu tanpa reff, datar-datar saja.

Tapi, menjelang sore akhirnya ada juga yang ngirim rekamannya. Jadilah Inspirasi Ramadan kian panjang nafasnya. Harapan untuk sampai hingga hari ke-30 kian dekat. Dan saya akan segera punya catatan masa lalu yang baik bagi masa depan saya.

Ini penting bagi saya karena punya catatan keberhasilan mewujudkan sesuatu bagi saya sendiri merupakan modal percaya diri untuk membuat project lain kedepannya. “Saya dulu kan berhasil bikin ini.” “Dulu juga bikin project x berhasil, masa sekarang enggak bisa.”

Tibalah di epide terakhir Inspirasi Ramadan. Di H-1 ramadan pertama, saat di mana saya kepala saya tarik-ulur untuk memutuskan apakah rencana bikin semacam podcast singkat harian di Instagram saya akan benar-benar dilaksanakan atau mending jangan, ternyata benar-benar usai. Hadza min fadli Rabbi.

Saya percaya ada pertolongan Allah dalam kesuksesan project ini. Dan kepercayaan bahwa yang penting gerak dulu walau kecil, senantiasa menggerakkan orang-orang untuk membantu juga. Hakikatnya Allah yang menggerakkan hati-hati orang baik itu.

Kang Puji Prabowo dan salah satu adik tingkat saya di kuliahan, Ulfah sebagai dua di antara orang yang bersedia berkolaborasi di project ini ternyata juga berpartisipasi mengirimkan pulsa untuk paket internet saya dalam proses mengunggah videonya ke Instagram. Mana tahu awalnya saya apakah hal-hal semanis ini bisa benar-benar terjadi.

Project ini Alhamdulillah berhasil, tanpa absen sehari pun. Respon dari teman-teman saya dan beberapa follower pun baik. Mereka mengapresiasi project ini. Saya mencatat beberapa evaluasi atas project ini yang bisa jadi perbaikan bagi saya pribadi untuk project berikutnya di kesempatan lain, bahkan bisa bermanfaat juga bagi yang tertarik membuat project yang sama di kemudian hari.

Satu di antara poin penting yang biasa dipersiapkan sejak jauh-jauh hari yaitu membuat list inspirator yang akan diajak berkolaborasi serta kalau memungkinkan untuk menghubungi mereka dari waktu yang masih cukup lama dengan waktu Ramadan. Sehingga dengan begitu, ada cukup banyak waktu untuk mengedit, atau mengganti beberapa yang tidak bisa join.

Inspirasi Syawal

Inspirasi Syawal Episode 3

Inspirasi Syawal Episode 3

Sebagaimana sulitnya memulai, ternyata mengakhiri sesuatu yang sudah kadung jadi kebiasaan itu berat juga. Sebagaimana saya jelaskan mengenai aktivitas yang dilakukan selama Ramadan di masa pandemi kemarin, saya pun malah keterusan untuk membuat hal yang kurang lebih sama di bulan berikutnya.

Saya menyayangkan banget kalau berbagi inspirasi itu hanya berhenti di Ramadan. Lalu, saya teruskan deh di bulan berikutnya, saya namai project-nya Inspirasi Syawal.

Konsepannya benar-benar sama. Yang beda, saya tidak menargetkan sama sekali kalau ini harus sebulan full saya lakukan. Yang jelas, niat awalnya selain untuk meneruskan kebiasan selama Ramadan, saya pun terlanjur menghubungi beberapa orang untuk berbagi tapi keburu selesai Inspirasi Ramadan-nya. Akhirnya daripada enggak diposting, mending saya bikin project baru saja. Sesederhana itu.

Dan Alhamdulillah, terdapat 18 episode untuk Inspirasi Syawal ini. Meski episode terakhir diunggah beberapa hari setelah bulan Syawal usai. Di Inspirasi Syawal saya memang yang lebih banyak menyumbang episodenya. Saya juga lebih banyak membacakan tulisan yang pernah saya buat sebelumnya. Semacam alih wahana gitu deh.

Berbagi Cerita

Poster episode 1 segmen Berbagi Cerita Teman Duduk Podcast

Poster episode 1 segmen Berbagi Cerita Teman Duduk Podcast

Salah satu podcast yang saya kerap dengarkan yaitu Cerita.in dari @yukcerita.in. Salah satu segmennya berupa monolog di mana story teller yang bercerita itu memaparkan ceritanya. Ada yang bernada bahagia juga duka. Konsep cerita yang sangat personal itu sangat saya suka. Dan saya pun terinspirasi untuk bikin segmen yang kurang lebih sama. Saya menamakan segmennya Berbagi Cerita.

Beberapa hari setelah ide terpikirakan, untuk lebih banyak menampung dan menyebarkan cerita kawan-kawan saya, saya langsung mengontak salah satu adik tingkat untuk menjadi pencerita di episode pertama segmen baru Teman Duduk Podcast.

Saya tahu kalau adik kelas saya itu, Hennika namanya, sangat antusias kalau diajak kolaborasi hal-hal yang positif. Dan betul saja, dia menyambut baik ajakan untuk berkolaborasi. Beberapa hari kemudian pun dia mengirim file suara dan foto untuk bahan posternya. Saya pun tak menunda-nunda untuk segera mengedit, memposting, dan mendistribusikannya untuk segera mendapakan feedback dari para pendengar.

Hingga tulisan ini ditulis, total sudah ada 9 episode segmen Berbagi Cerita dan ke depannya akan terus bertambah. Sudah ada beberapa kawan yang saya hubungi juga untuk project ini. Mereka rata-rata menyambut dengan antusias dan bersedia untuk berbagi cerita personal dalam hidupnya.
Ternyata, bagi saya pribadi, segera memulai apa yang terlintas di pikiran dan itu bermuatan positif selalu berhasil untuk menjadikannya sebuah kebiasaan baik. Perbaikan bisa dilakukan sambil jalan. Tak jarang, ide-ide turunannya pun turut terpikir kemudian. Jadi, singkirkan rasa ragu untuk mengawali! Mulai dulu, lalu sempurnakan kemudian. Apalagi ini pun tidak mendatangkan resiko tinggi saat gagal dalam prosesnya.
. . .
Itu beberapa hal kreatif yang saya lakukan selama kurun waktu 6 bulan di masa pandemi ini. Memang menyenangkan menggarap hal-hal yang kita sukai. Selain mendatangkan bahagia, hal ini juga bisa bermanfaat buat orang lain. Teman-teman bisa juga melakukan project serupa atau menggarap hal lain sesuai dengan keahlian dan minatnya masing-masing. Poin pentingnya adalah, sesuatu itu berguna bagi banyak orang.