3. Investasi di Emas dan Aset Safe Haven
Emas sering disebut sebagai safe haven atau aset perlindungan saat krisis. Saat pasar saham anjlok, harga emas cenderung naik. Selain emas, aset safe haven lain yang bisa dipertimbangkan:- Obligasi pemerintah
- Mata uang stabil seperti dolar AS atau Swiss Franc
- Reksa dana pasar uang
4. Manfaatkan Dollar-Cost Averaging (DCA)
Strategi Dollar-Cost Averaging (DCA) sangat cocok saat pasar volatil. Cara kerja DCA adalah dengan membeli aset secara berkala dalam jumlah yang sama, tanpa memperdulikan harga. Keuntungannya:- Mengurangi risiko membeli di harga puncak
- Memperoleh harga rata-rata yang lebih stabil
- Menghindari keputusan investasi emosional
Contoh: Investasi Rp1 juta per bulan di saham atau reksa dana indeks, tanpa melihat kondisi pasar.
Baca Juga: Mitos vs Fakta Investasi Emas, Yuk Pahami Sebelum Membeli!
5. Jangan Panik dan Tetap Berpikir Jangka Panjang
Krisis ekonomi bisa memicu kepanikan dan keputusan investasi yang buruk. Ingatlah bahwa pasar selalu mengalami siklus naik dan turun. Beberapa cara agar tetap tenang:- Fokus pada tujuan investasi jangka panjang
- Selalu edukasi diri tentang ekonomi dan investasi
- Evaluasi portofolio secara berkala
Kesimpulan
Meskipun krisis ekonomi membawa tantangan, ia juga membuka peluang bagi investor yang cerdas dan disiplin.Dengan strategi diversifikasi, investasi di aset yang kuat, dan pendekatan jangka panjang, Anda bisa tetap tumbuh meskipun ekonomi sedang lesu.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Punya opini atau tulisan untuk dibagikan juga? Segera tulis opini dan pengalaman terkait investasi, wirausaha, keuangan, lifestyle, atau apapun yang mau kamu bagikan. Submit tulisan dengan klik "Mulai Menulis".
Submit artikelnya, kumpulkan poinnya, dan dapatkan hadiahnya!
Gabung juga yuk di komunitas Whatsapp Group kami! Klik di sini untuk bergabung
Tulis Komentar
Anda harus Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.