Jenis Investasi Apa Sih yang Cocok untuk Dana Pendidikan?

School - Canva

School - Canva

Like

Kamu berencana untuk melanjutkan studi? Atau sudah kepikiran biaya pendidikan anak dari sekarang?

Wah, kamu keren banget! karena sudah cukup peduli dengan pendidikan.

Di luar itu, biaya pendidikan, enggak dipungkiri, memang semakin mahal. Bahkan, Badan Pusat Statistik mencatat akalu kenaikannya bisa mencapai 10 persen setiap tahunnya.

Meski begitu, kebutuhan pendidikan formal tentu jadi pilihan penting dalam hidup seseorang.

Makanya, persiapan biayanya juga perlu diprioritaskan sedari sekarang. Ada banyak cara untuk mempersiapkan dana pendidikan, yakni dengan menabung di tabungan berjangka atau melalui investasi.


Nah, lalu, jenis investasi apa sih yang sebenarnya sosok untuk bekal dana pendidikan?

Pertama, hal yang perlu kamu lakukan adalah mempertimbangkan dengan matang kondisi keuangan dan profil risiko kamu sebelum berinvestasi untuk dana pendidikan. Selain itu, kamu juga perlu melakukan riset seperti:
  • Merencanakan anggaran
  • Besaran biaya pendidikan
  • Estimasi  biaya yang akan dikeluarkan untuk pendidikan.

Baca juga: Asuransi Pendidikan Itu Bukan Tabungan Pendidikan

Menurut Perencana Keuangan dari Oneshildt Financial Budi Raharjo, dikutip dari Bisnis, kalau kondisi keuangan kamu pas-pasan, buatlah rencana pendidikan dengan dana yang cukup dan jangan terlalu berlebihan.

Selanjutnya, kamu bisa menimbang dari jangka waktu investasinya. Jika kamu berencana melanjutkan kuliah, biaya dan jangka waktu antara jenjang S1 dengan S2 tentu saja berbeda.

Misalnya, kamu berencana melanjutkan studi S2 dalam kurun waktu 3 tahun mendatang, kamu bisa memilih instrumen Sukuk yang bertenor 3 tahun. Budi menilai, semakin panjang waktu yang dibutuhkan untuk memupuk dana, pilihan instrumennya bisa yang lebih agresif.

Selain itu, coba pilih instrumen investasi yang nilainya cenderung naik dalam jangka panjang. Salah satunya yakni emas.

Kamu juga bisa memiliki instrumen investasi berupa asuransi pendidikan, seperti konvensional maupun unit link. Adapun, kelebihan dari asuransi unit link adalah dapat sekaligus menggabungkan antara proteksi dan investasi.

Sementara itu, kamu pun bisa berinvestasi di pasar modal untuk tujuan biaya pendidikan lho, Salah satu yang direkomendasikan yakni reksa dana, karena punya banyak pilihan produk, dari yang risiko dan cuannya tinggi hingga rendah.

Budi menambahkan, kalau kamu pilih reksa dana, ada baiknya kamu juga menyediakan asuransi jiwa buat jaga-jaga dari risiko investasi.