Grok dan Aplikasi X (Sumber: Canva dan Freepik.com)
Like
Akhir-akhir ini, kasus penyalahgunaan AI di platform X (dulunya Twitter) dengan software chatbox AI buatan Startup milik Elon Musk mulai bikin netizen resah. Asisten AI yang dikembangkan oleh xAI dan dinamakan dengan Grok, mulai terseret dalam kasus praktik pelecehan seksual digital.
Kenalan dengan Grok dan Fenomena Digital Undressing
Selain itu, Grok juga bisa memahami gambar yang ditautkan oleh pengguna X. Namun, sejumlah pengguna terbukti memanfaatkan Grok untuk memanipulasi foto pribadi menjadi konten asusila tanpa persetujuan pemilik foto.
Fenomena ini dikenal sebagai Digital Undressing, bentuk pelecehan seksual digital yang mayoritas menargetkan perempuan, bahkan anak-anak.
Bukan cuma publik figur yang kena sasaran, tapi juga perempuan non-publik ikut jadi korban. Lebih parahnya lagi, ada laporan bahwa Grok bisa menampilkan deepfake pornografi bahkan tanpa prompt eksplisit.
User-user tidak bertanggung jawab juga kerap “memerintah” Grok lewat reply tweet untuk mengubah pakaian perempuan dari tertutup menjadi terbuka, bahkan menyuruh AI tersebut “melepas” pakaian dan menghasilkan gambar yang terlihat realistis.
Bukan sekadar error teknologi, tapi sudah masuk ranah tindakan asusila di ruang digital.
ALLMEIRA RAISSA HARTOMO
Tulis Komentar
Anda harus Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.