Masih menurut laman Kompas, masyarakat Bandung meyakini beringin sebagai lambang kewibawaan bupati dengan kekuasaannya sebagai pengayom rakyat. Pemerintah Hindia Belanda mengubah keyakinan tersebut.
Caranya dengan membangun simbol kekuasaan Ratu Belanda yang berkuasa saat itu dengan memagari alun-alun. Juga menamai beringin di sana dengan nama Ratu Belanda.
Dalam perjalanan pulang ke Jakarta, aku merenung. Betapa besar jasa beringin menjadi messenger masyarakat yang tidak puas pada kinerja pemerintahan era itu.
Tidak perlu mengumpat, bahkan merusak fasilitas umum hanya demi didengarkan penguasa. Apakah kita perlu 'memberdayakan' beringin lagi hari ini?
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Punya opini atau tulisan untuk dibagikan juga? Segera tulis opini dan pengalaman terkait investasi, wirausaha, keuangan, lifestyle, atau apapun yang mau kamu bagikan. Submit tulisan dengan klik "Mulai Menulis".
Submit artikelnya, kumpulkan poinnya, dan dapatkan hadiahnya!
Gabung juga yuk di komunitas Whatsapp Group kami! Klik di sini untuk bergabung
Erinintyani Shabrina Ramadhini
Tulis Komentar
Anda harus Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.