Pencampuran Rokok di Indonesia Dipopulerkan Warga Kudus
Be-emers, orang pertama yang mempopulerkan pencampuran ini merupakan warga Kudus, Jawa Tengah. Semula dia memproduksi rokok dengan bahan campuran itu dan ditawarkan secara terbatas ke teman-temannya pada 1870.Ceritanya, pria tersebut mengidap penyakit asma dan ketika tengah sesak nafas, dia mengoleskan minyak cengkeh ke dadanya untuk melegakan pernafasan. Dari situ, dia mendapat ide untuk mencampur tembakau dan cengkeh untuk memberikan efek segar dalam setiap tarikan aktivitas merokok.
Ketika dia menyadari bahwa dia bisa bernafas dengan lega setelah mengonsumsi rokok dengan bahan campuran itu, dia mulai mempropagandakan bahan-bahan tersebut sebagai produk untuk melawan asma dan jadilah namanya rokok cengkih.
Baca Juga: Bahaya Vape Bisa Bikin Popcorn Lung. Seperti Apa Gejalanya?
Pria yang tidak disebutkan namanya itu tidak sempat mengomerisialisasikan produk rokok tersebut lebih lanjut karena pada 1880 dia meinggal dunia.
Selepas kepergiannya, beberapa warga Kudus kemudian mulai memproduksi rokok dengan bahan campuran itu dengan jumlah yang lebih banyak. Semula dengan metode klobot alias menggunakan kulit jagung sebagai bahan pembungkus, kemudian perlahan berganti dengan kertas.
Sejak saat itu, nama Kudus semakin dikenal sebagai kota kretek, campura tembakau, cengkeh dan saus khusus yang memberikan aroma khas.
Tulis Komentar
Anda harus Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.