5 Kiat Jaga Stamina Ketika Kamu Menjalankan Ibadah Puasa Ramadan

Ilustrasi sedang menjalankan ibadah di bulan Ramadan (Pixabay.com)

Ilustrasi sedang menjalankan ibadah di bulan Ramadan (Pixabay.com)


Alhamdulillah, tiada kata yang patut untuk diucapkan saat kita dipertemukan lagi dengan bulan suci Ramadan. 

"Marhaban tiba, marhaban tiba!" Oh, bukan yang ini, kalau yang itu 'kan salah lirik lagu oleh salah seorang penyanyi senior. Yang benar adalah "Ramadan tiba, Ramadan tiba, Marhaban ya Ramadan."


Ramadan Memang Istimewa

Bulan suci Ramadan tiap tahunnya memang istimewa. Lho, kok bisa? Ya, jelas, karena hanya orang-orang istimewa yang dipertemukan dengan bulan agung nan mulia ini. 

Istimewa karena masih diberikan nyawa, kesehatan, kekuatan, termasuk juga napas, meskipun mungkin napasnya masih bau karena belum sikat gigi. 

Betapa banyak orang yang telah mendahului kita. Mereka sudah meninggal dunia, padahal dalam pikirannya juga ingin bertemu dengan Ramadan di tahun ini. 

Namun, begitulah takdir. Baru bisa dilihat dan dirasakan kalau sudah terjadi. Kita tidak bisa menebak-nebak takdir di masa depan. 


Kalau Takbir, itu nama teman saya, sudah pindah jauh di Sulawesi Selatan sana. Kamu kenal tidak? 

Baca Juga: 8 Makanan Terbaik Saat Puasa Agar Stamina Tubuh Terjaga
 

Terkait Kesehatan

Ibadah puasa adalah menahan makan, minum, berhubungan suami istri, dan termasuk merokok, dari Subuh hingga Maghrib. Rata-rata memang durasinya selama 14 jam. 

Jadi, yang ditahan cuma empat hal itu yang membatalkan puasa. Kalau menahan kentut, tidak membatalkan puasa. Asal jangan di depan orang yang puasa, khawatirnya dia marah, terus malah makan, deh, demi meredakan marahnya. 

Menahan makan dan minum ini adalah keadaan yang tidak lazim bagi tubuh. Biasanya 'kan kalau lapar, ya, minum, haus, ya, makan. Wah, terbalik! Intinya begitu, lah, lapar dihilangkan dengan makan, haus dengan minum. 

Ketika lapar, tetapi tidak langsung makan, dan haus, tetapi tidak langsung minum, maka ini yang bisa membuat tubuh jadi kaget. Dan, tentu saja ada efeknya. 

Misalnya, tubuh jadi lemas. Tidak bertenaga. Jalan sedikit, pingsan. Sadar lagi, jalan dua langkah, pingsan lagi. Hem, sepertinya kondisi ini lebay, deh. Orang puasa tidak ada yang begitu 'kan?

Ada yang mengatakan bahwa puasa ini memang menyehatkan. Soalnya, memberikan kesempatan organ pencernaan untuk beristirahat. 

Bila tidak ada makanan yang dimasukkan, maka tubuh akan "memakan dirinya sendiri". Mungkin jaringan tubuh yang rusak akan dihancurkan, bahkan termasuk sel-sel kanker yang berpotensi tumbuh, bisa hangus juga. 

Itulah keajaiban dari puasa ini. Makanya, bagi kamu yang jomblo dan hobinya ngekost serta mengirit biaya, maka puasa menjadi jalan ninja terbaik. Kamu jadi lebih sehat, dompet kamu pun jadi lebih ramping, sebab memang tidak ada isinya lagi. 


5 Tips Menjaga Stamina Tubuh Selama Ramadan

Kondisi badan lapar, haus, tetapi harus tetap beraktivitas. Harus tetap bernapas, bergerak, bekerja mencari nafkah, dan rutinitas seperti biasa, meskipun jam kerjanya dikurangi. 

Nah, bagaimana menjaga hal itu semua? Kali ini kita bicara tentang stamina. Menyangkut kebugaran tubuh, meskipun dilanda lapar dan haus. Terlebih di tengah cuaca panas terik yang mungkin kamu alami. 

Saya merangkumnya menjadi 5 kiat menjaga stamina tubuh selama Ramadan. 


1. Menjaga Makan yang Sehat

Salah satu hal yang sangat dirindukan selama Ramadan adalah makan siang. Ya apa ya? 

Selama bulan suci ini, bagi kamu yang berpuasa, makan yang diperbolehkan memang cuma malam dan dini hari. Makan ketika berbuka dan sahur. 

Ketika sahur, kamu tidak boleh makan sembarangan. Meskipun dalam pikiranmu, ini mau menahan lapar selama kurang lebih 14 jam, tetapi makan tetap harus diperhatikan. 

Kamu bisa memilih makanan dengan karbohidrat kompleks. Ini tidak terkait dengan kamu tinggal di kompleks perumahan atau bukan, sebab karbohidrat kompleks dapat kamu temukan di sekitarmu kok. 

Makanan seperti oatmeal, nasi merah, atau termasuk juga roti gandum. Jangan lupa, lengkapi dengan proten, seperti: telur ayam, daging yang tidak mengandung lemak berlebihan, dan bisa ditambahkan ikan. 

Karbohidrat kompleks dan protein membantu tubuh kamu untuk mendapatkan energi lebih lama dan menyimpannya untuk jangka waktu sampai menjelang buka puasa. 

Jangan kamu makan yang berminyak, seperti: gorengan. Atau makanan dan minuman yang terlalu manis, sebab kamu sudah termasuk manis, kalau merasa, sih. Cieh

Makanan atau minuman manis bisa membuat gula darah yang naik, tetapi cepat turun. Akhirnya, itu bisa memicu rasa lemas. 

Saat berbuka, juga jangan langsung balam dendas, maksudnya balas dendam. Awali dengan buah kurma atau air putih seperti hadits Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam

Jangan langsung makan yang berat, misalnya langsung dua kilogram. Itu makan apa, sih, berat banget? 


2. Menjaga Pola Minum

Cairan diperlukan tubuh untuk menghindari dehidrasi. Kalau tubuh dehidrasi, bisa menyebabkan pusing dan lemas. Ada cara 2-4-2 untuk mencukupi kebutuhan air tubuh minimal 2 liter air per hari: 

Pola 2-4-2 ini seperti formasinya tim sepakbola mana, ya? Oh, mungkin sepakbola anak-anak di kampung, ya? 

Bagaimana pola 2-4-2 ini diterapkan? Minumlah 2 gelas saat sahur. Ketika berbuka, minum 4 gelas sampai nanti setelah makan malam.

Lalu, 2 gelas juga sebelum tidur. Jangan pas tidur minumnya. Repot. 

Selain minum air, konsumsi pula buah kaya air seperti semangka atau melon. Oke?  


3. Berusaha Tetap Aktif dengan Olahraga Ringan 

Meskipun kamu puasa, bukan berarti harus rebahan sepanjang hari bukan? Puasa bisa tetap aktif, meskipun tidak seaktif ketika tidak puasa.

Salah satu cara membuat tubuh tetap aktif adalah olahraga. Yang ringan-ringan saja. Jangan lari maraton, apalagi lari dari kenyataan. Berat.

Olahraga ringan ini seperti jalan cepat, jogging santai dan tidak memberatkan, atau bersepeda statis.

Lalu, waktunya kapan? Bisa kamu lakukan olahraga ringan ini 30-60 menit sebelum berbuka. Jadi, pas waktunya capek, kamu sudah siap untuk mengganti energi dengan berbuka puasa. 

Ada juga saran untuk olahraga ringan 2-3 jam setelah berbuka ketika tubuh sudah mencerna makanan. Namun, ini tergantung kamunya juga, ya. Soalnya sudah masuk waktu malam, jadi tubuh memang bersiap untuk istirahat.