Kenapa Perubahan Besar Sering Gagal? Coba Mulai dari 3 Langkah Kecil Ini


Langkah Kedua: Stack It

Pada yang kedua ini, tempel kebiasaan baru dengan rutinitas kamu yang sudah ada. Istilah lainnya adalah habit stacking, yaitu: manfaatkan kebiasaan yang sudah ada. 

Kalimat formula ajaib untuk bagian kedua ini adalah: Setelah saya (kebiasaan lama), saya akan (kebiasaan baru). 

Contoh penerapannya: setelah salat wajib, saya akan melakukan plank selama 2 menit. Atau, setelah makan siang, saya akan berjalan kaki selama 5 menit. 

Cukup mudah bukan? Jadi tidak perlu mencari waktu yang baru untuk membangun kebiasaan baru. Cukup tempelkan saja pada kebiasaan yang sudah ada. Tentunya, tidak perlu ke toko ATK dulu untuk membeli lem agar tertempel bukan? 
 

Langkah Ketiga: Celebrate Small

Kebiasaan baru yang sudah terbentuk, meskipun masih dalam porsi yang sedikit, patut dirayakan. Yap, walaupun kebiasaan itu memang belum sempurna betul, tetap sekali lagi, harus dirayakan. 

Apakah merayakannya dengan jalan-jalan ke luar negeri? Oh, tidak perlu sampai begitu, karena jangankan ke luar negeri, ke luar kota saja belum tentu ada uangnya, iya 'kan? 


Cara merayakan yang efektif itu misalnya cukup dengan mengucapkan "Alhamdulillah". Bagi yang muslim membaca seperti itu sebagai tanda merayakan sekaligus syukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala tentu saja. 

Selain Alhamdulilah, dapat ditambah dengan "Yes" atau "Mantap"! Merayakan dengan cara yang lain adalah mencentang kalender atau to do list yang sebelumnya sudah dibuat. 

Ada satu lagi cara, yaitu: menceritakan kepada satu orang terpercaya sebagai bentuk akuntabilitas sosial. Ingat, tidak perlu menceritakan kepada semua orang di muka bumi maupun semua alien di luar angkasa sana, itu namanya terlalu lebay. 

Satu orang yang terpercaya bisa suami, istri, ayah, ibu, ipar, atau anggota keluarga lainnya. Tujuannya, dia juga semakin mendukung kita dalam membangun kebiasaan baru tersebut. Kalau sudah berhasil satu, masa tidak mencoba yang lainnya? 
 

Jadi Bagaimana, Mudah Bukan Membangun Kebiasaan Kecil?

Tidak perlu ngoyo memang dalam hidup ini. Kalau punya keinginan untuk berubah, dimulai saja dari yang kecil-kecil. Soalnya, kalau langsung besar, memang bisa semangat di awal, tetapi jangan sampai berhenti di tengah jalan. Bukankah kata polantas, kita tidak boleh berhenti sembarangan di tengah jalan 'kan? 

Pada intinya, kita mungkin kita tidak harus jadi versi terbaik diri sendiri untuk bulan ini atau lebih sempit lagi, pekan ini. Tidak ujug-ujug, makbedunduk, makjegagik, langsung bangun pukul 4 pagi. Atau langsung membaca 50 buku seperti Bill Gates misalnya.

Untuk olahraga langsung dua jam setiap hari. 10 kilometer setiap hari, dengan pemberat besi di kaki lagi. Pakai jubah dan penutup kepala yang juga berat. Kita ini 'kan bukan Piccolo dalam film anak-anak Dragon Ball. 

Kadang yang kita perlukan hanya satu perubahan kecil yang dilakukan terus-menerus. Hidup ini memang sudah berat, jadi jangan ditambah berat dengan target-target perubahan yang terlihat menggebu-gebu, tetapi akhirnya luruh bagaikan debu.

Cukuplah dengan kebiasaan kecil, karena yang kecil itu bisa menjadi besar jika sudah waktunya. Ultraman contohnya saat sudah ada monster raksasa! 



---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Punya opini atau tulisan untuk dibagikan juga? Segera tulis opini dan pengalaman terkait investasi, wirausaha, keuangan, lifestyle, atau apapun yang mau kamu bagikan. Submit tulisan dengan klik "Mulai Menulis".
 
Submit artikelnya, kumpulkan poinnya, dan dapatkan hadiahnya!
 
Gabung juga yuk di komunitas Whatsapp Group kami! Klik di sini untuk bergabung