BBRI Akan Lakukan Aksi Korporasi, Kira-kira Apa Ya?

Bank - Canva

Bank - Canva

Like

Aksi korporasi sudah jadi hal yang biasa dilakukan oleh perusahaan terbuka yang melantai di bursa saham nih, Be-emers.

Berbagai aksi korporasi seperti rights issue, private placement, hingga buyback saham dilakukan para emiten untuk mencapai berbagai tujuan.

Dilansir dari laman Ajaib, ketika sebuah emiten melakukan aksi korporasi, maka emiten tersebut memulai sebuah proses yang tentunya bakal mempengaruhi nilai semua sekuritas lho! Adapun, aksi korporasi ini bisa juga berkaitan sama masalah keuangan yang dialami emiten.

Nah, diketahui dari laman Bisnis, salah satu emiten perbankan yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) mengakui kalau pihaknya akan mengadakan aksi korporasi dalam waktu dekat.

Di sisi lain, kabar itu yang menyebabkan perseroan perlu memaparkan laporan yang telah diaudit sehingga perlu waktu yang lebih lama dibandingkan dengan bank BUMN lain.


Nah, laporan ini juga sempat telat disampaikan lho. Namun, menurut Direktur Keuangan BRI Haru Koesmahargyo, pemaparan yang sedikit terlambat lumrah bagi emiten perbankan.

Meski dikabarkan bakal melakukan aksi korporasi, tapi Haru dan pihak BBRI belum bisa kasih bocoran nih seperti apa bentuk dari aksi korporasinya.

Walau belum mau membagi informasi lebih lanjut mengenai rencana tersebut, Haru mengatakan hasil dari aksi korporasi akan tetap ditujukan untuk menunjang bisnis perseroan, yakni pengembangan sekaligus ekspansi debitur UMKM.

Sementara itu, Direktur Utama BRI Sunarso menambahkan perseroan ke depan akan lebih banyak menggarap debitur ultra mikro baru. Bahkan, perseroan kembali membuat target rasio kredit UMKM baru menjadi 85 persen dari yang saat ini sudah mencapai 80 persen.

Menurut Sunarso, egmen unbankable memang belum banyak digarap oleh BRI selama ini. Segmen ini terdiri dari bagian, termasuk kelas miskin produktif yang diyakini memiliki pangsa pasar sangat besar, tetapi hanya sangat sedikit bank yang bermain.

Soalnya, segmen tersebut selama ini cenderung digarap oleh perusahaan pembiayaan non-bank,

Adapun, meski bentuk aksi korporasi ini masih belum dapat dibeberkan kepada publik, jika menilik ke belakang Menteri BUMN Erick Thohir pernah menyampaikan tiga BUMN akan terlibat dalam sebuah sinergi pada akhir Februari 2020. Tiga perusahaan pelat merah tersebut yaitu BRI, PT Pegadaian (Persero), dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero).

Menurut kamu, benarkah rencana itu yang bakal digarap? Kita tunggu saja kelanjutan cerita dari BBRI!

Baca Juga: Enggak Setuju Merger Bank Syariah BUMN? Begini Tahapan Jual Saham BRIS ke BRI