Supreme Harganya Selangit, Apa Penyebabnya?

Supreme store (sumber: theorem.com)

Supreme store (sumber: theorem.com)

Bisa dibilang, Supreme menjadi salah satu brand yang digandrungi kaum hypebeast. Jika dilihat-lihat memang desainnya sangat simple, tapi harga yang dipatok tidak tanggung-tanggung.

Satu kaos Supreme dibanderol US$160 – US$400 atau Rp2,2 juta – Rp5,7 jutaan, belum lagi jaket dan tasnya yang rata-rata harganya US$300 – US$450 atau sekitar Rp4,3 juta - Rp6,4 jutaan.
 
Tak hanya itu, Supreme juga menjual produk-produk random seperti batu bata seharga Rp400.000. Namun karena langka, reseller menjualnya seharga Rp13 juta. Belum lagi, Supreme juga pernah menjual linggis, air horn, alat pemadam kebakaran, dan yang terakhir jualan biskuit Oreo.
 
Walau begitu, masih banyak orang yang rela antri untuk mendapatkan produk Supreme. Kok bisa ya?

Baca Juga: Naikin Branding dan Beli Followers, Emang Efektif? 

Dalam memasarkan produknya, Supreme menerapkan beberapa strategi nih, diantaranya:
 

1. Produk Terbatas, Kualitas Tinggi

Mungkin kita pernah mendengar teori dasar ekonomi, dimana jika permintaan (demand) tinggi sedangkan persediaan (supply) lebih sedikit, harga jual suatu barang bisa sangat mahal.

Nah, strategi inilah yang digunakan oleh Supreme. Mereka sengaja membatasi jumlah produk mereka untuk menciptakan kesan eksklusif.

Terlebih, produk yang dijual juga menggunakan materia khususl dengan kualitas terbaik. Jadi tidak heran, setiap Supreme mengeluarkan produk barunya, orang rela antri hingga berjam-jam.
 

2. Harga resale lebih tak masuk akal

Karena produknya terbatas, banyak orang tak kebagian, sehingga akhirnya beli dari pihak ketiga alias reseller.

Nah, reseller ini biasanya mematok harga yang jauh lebih mahal. Jadi, sudah tidak jarang jika melihat barang yang harga awalnya US$ 40, dijual kembali 10 kali lipat harga aslinya oleh para reseller.
 

3. Kolaborasi dengan brand papan atas

Setelah populer di kalangan skaters, Supreme memperluas jangkauannya ke audience baru dan mitra bisnis baru.

Contohnya, mereka sempat berkolaborasi dengan brand-brand ternama seperti The North Face, Dover Street Market, Vans, Nike, Stone Island, Comme des Garçons, Oreo, dan masih banyak lagi,

Herannya lagi, harga Oreo yang biasa kita beli di toko sebesar Rp5000an, jika diberi label Supreme, bisa dipatok menjadi Rp500.000/pack. Bahkan, ada yang jual sampai Rp269 juta!
 

4. Endorsement:  Supreme digunakan oleh para selebriti

Popularitas Supreme semain naik ketika digunakan oleh ikon pop culture seperti A$AP Rocky, Travis Scott, Justin Bieber, Jaden Smith, dan Kanye West hingga aktor Cara Delevingne dan Robert Pattinson.

Strategi ini secara tidak langsung membuat banyak fans mereka terinspirasi gaya fashionnya, hingga akhirnya ikut membeli brand Supreme yang digunakan oleh idolanya.
 

6. Originalitas

Di industri fashion, penting sekali untuk membeli barang yang original. Sebab, yang orang beli adalah eputasi suatu brand. Brand-brand dengan reputasi yang bagus ini seringkali ditiru alias "di-KW-in".

Sehingga, banyak yang sengaja membuat produk identik dengan kualitas lebih rendah agar orang tertipu membeli produk KW. Jadi, untuk memastikan hal seperti ini tidak terjadi, orang cenderung akanl bayar lebih untuk mendapatkan produk Supreme yang asli.

Pada akhirnya, Supreme bisa percaya diri menjual produk mahal karena mereka sudah menemukan target audiencenya, yakni orang yang peduli soal identitas brand dan bangga dengan apa yang mereka kenakan. 

Baca Juga: Enggak Perlu Repot, Ini Cara Bangun Brand Lewat Komunikasi Virtual