Usai Libur Panjang, Begini Cara Pulihkan Keuangan Kamu

Holiday - Canva

Holiday - Canva

Liburan akhir tahun kemarin kemana atau melakukan kegiatan apa nih, Be-emers?

Waktu libur panjang seperti saat libur akhir tahun memang identik banget sama berbagai kegiatan seru. Meski liburan akhir tahun kemarin terasa berbeda karena pandemi, tapi kayaknya pengeluaran untuk kebutuhan liburan akhir tahun tetap terjadi nih. Hihi

Soalnya, enggak jarang, banyak yang beralih menghabiskan waktu liburan akhir tahun dengan kegiatan seperti staycation, mengadakan makan malam bersama keluarga atau teman, hingga membeli hampers tahun baru.

Sementara itu, di tahun yang baru, kondisi keuangan kamu juga perlu resolusi baru biar enggak boncos. Waduw, gimana ya caranya memulihkan keuangan usai liburan akhir tahun?

Baca Juga: Apa Aja Sih Tujuan Keuangan yang Diperlukan di 2021?
 

Ketahui Nilai Kekayaan Bersih

Dilansir dari laman Bisnis, Financial Educator Lifepal Aulia Akbar mengatakan, sebelum mengetahui sehat atau tidaknya nilai tabungan, coba untuk ketahui besaran nilai kekayaan bersih kamu terlebih dahulu nih, Be-emers. Caranya, kamu bisa membuat neraca keuangan.

Mungkin selama ini kamu berpikir kalau neraca keuangan hanya untuk kebutuhan laporan keuangan perusahaan. Eits, jangan salah, neraca keuangan juga sangat penting lho buat kamu.

Perlu diketahui, neraca keuangan merupakan bagian penting dalam laporan keuangan, yang mana memuat informasi seputar aset dan utang kamu.

Nah, setelah kamu mengetahui jumlah total aset dan utang yang dimiliki, langkah selanjutnya yakni mengetahui nilai kekayaan bersih. Caranya, cari selisih antara total aset dan utang kamu tersebut.
 

Buat Target Pulihkan Aset

Mungkin selama liburan akhir tahun lalu, tanpa sadar, uang tabungan kamu terpakai. Nah, di tahun ini, kamu wajib untuk memulihkan tabungan kamu nih, Be-emers.

Makanya, kamu perlu untuk membuat target atau tujuan keuangan juga. Nah, setiap tujuan keuangan harus disertai dengan jangka waktu ya!

Soalnya, tanpa jangka waktu, hal itu dinilai mustahil untuk menentukan kemana kamu harus menempatkan dana yang dimiliki. Untuk itu, kamu bisa membuat skema waktu untuk melihat jumlah tabungan mencapai nilai idealnya.
 

Investasikan Sisa Dana

Kalau target pemulihan aset lancar yang kamu miliki berada dalam rentang waktu satu tahun atau kurang dari setahun, maka kamu bisa ambil dana tersebut maksimal 50 persen dari persediaan total untuk diinvestasikan ke instrumen yang rendah risiko.

Soalnya, kalau kamu cuma menyimpannya ke rekening tabungan, pertumbuhan dananya lebih lambat. Rencana buat memulihkan keuangan kamu pun jadi makin lama deh.

Selain itu, ternyata melakukan lump sum dengan menggunakan sisa dana tabungan saja enggak cukup. Makanya, kamu bisa secara konsisten menyisihkan 10 persen dari penghasilan untuk berinvestasi.
 

Jaga Pengeluaran

Nah, selama proses pemulihan keuangan ini berjalan, kamu juga perlu untuk menjaga pengeluaran nih, Be-emers. Caranya, fokus dulu sama pengeluaran untuk kebutuhan dan kewajiban, bukan keinginan.

Kalau masih ada sisa dana, kamu baru bisa mengalokasikannya buat gaya hidup atau hiburan, seperti membeli paket nonton video on demand. Hihi

Baca Juga: Biar Enggak Boncos, Simak Resolusi Keuangan Berikut Ini