Pencarian Sri Wijaya Air SJ182, Yuk Kenali Pentingnya Black Box dalam Pesawat

Plane - Canva

Plane - Canva

Kabar duka menyelimuti negeri ini di awal tahun 2021. Pesawat Sri Wijaya Air dengan kode penerbangan SJ182 dikabarkan jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Sabtu (9/1) lalu.

Pesawat rute Jakarta-Pontianak itu mengalami hilang kontak empat menit selang lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno Hatta.

Hingga kini (11/1), upaya pencarian masih dilakukan oleh Badan SAR Nasional bersama TNI, Polri, dan Kemenhub.

Setiap adanya kejadian kecelakaan pesawat, ada salah satu barang bukti yang sangat krusial untuk ditemukan. Apalagi kalau bukan Black Box atau kotak hitam pesawat.

Apa itu Black Box pesawat?

Buat kamu yang belum pernah melihatnya, Black Box yang dimiliki pesawat terbang bentuknya bukan hitam seperti namanya lho, Be-emers. Kotak hitam tersebut justru berwarna oranye cerah.

Warna tersebut digunakan agar lebih mudah terlihat dan ditemukan dalam proses pencarian. Dari berbagai versi, nama “black box” sendiri lebih mengacu pada sebuah misteri atau isi rekaman yang ada di dalam alat tersebut.

Black Box punya fungsi yang sangat penting untuk proses investigasi kecelakaan pesawat sebagai data pembanding antara sikap pesawat dan percakapan.

 

Black Box - Canva

Black Box - Canva

 

Bagian-Bagian dari Black Box Pesawat

Dilansir dari laman Bisnis, ada dua bagian dari Black Box nih, Be-emers. Pertama ada Flight Data Recorder (FDR), yang mana berfungsi untuk merekam sikap pesawat mulai dari kecepatan, ketinggian, kemiringan pesawat, serta tekanan udara, hingga cuaca saat penerbangan.

Kedua, ada Cockpit Voice Recorder (CVR). Bagian ini berfungsi untuk merekam percakapan dengan empat saluran, antara lain:
  • Percakapan pilot dengan menara pengawas atau air traffic control (ATC).
  • Percakapan antara pilot dan copilot.
  • Percakapan pilot dengan awak kabin.
  • Percakapan di kabin pesawat.

Umumnya, Black Box diletakkan pada ekor pesawat. Soalnya, bagian ekor pesawat punya dampak yang enggak terlalu besar saat kecelakaan terjadi.

Selain itu, Black Box pesawat dilindungi protection box yang dibuat dengan material sangat kuat atas dampak yang ditimbulkan.

Sehingga, kotak itu tahan benturan hingga 100 G (Gibbs), tahan api dengan suhu 800 sampai dengan 1.000 derajat Celsius selama 30 menit. Black box juga mampu bertahan di kedalaman 4.000—5.000 meter di bawah permukaan air.

Terlebih, biar gampang ditemukan, Black Box juga punya ping locator yang bakal memancarkan suara untuk bisa dideteksi oleh tim pencari dengan menggunakan alat khusus. Nah, suara tersebut bisa dipancarkan selama 30 hari setelah kecelakaan terjadi.

Adapun, diketahui pada Minggu (10/1), Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan kalau kotak hitam pesawat Sri Wijaya Air SJ182 telah memancarkan dua sinyal. Sehingga, pihak TNI AL dan Basarnas pun terus memantau posisinya dan telah diberi tanda.

Semoga, proses pencarian bisa berjalan dengan lancar ya, Be-emers. Duka sedalam-dalamnya untuk para korban Sri Wijaya Air SJ182.

Baca Juga: Penumpang Pesawat Wajib Rapid Antigen, Apa Itu?