Pergerakan Saham IRRA di Luar Kebiasaan, BEI Peringatkan Investor

Attention - Canva

Attention - Canva

Saham farmasi bagaikan diguyur berkah nih seiring sentimen vaksinasi di Indonesia. Apalagi, sejumlah emiten farmasi dalam negeri terlibat dalam distribusi vaksin Covid-19 nih, Be-emers.

Salah satunya yakni PT Itama Ranoraya (IRRA). Emiten distribusi alat kesehatan itu bahkan terpantau terus menunjukkan penguatan saham yang cukup signifikan.

Bahkan, di perdagangan 12 Desember 2021, saham IRRA terpaksa harus kena suspensi oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) seiring dengan penguatan sahamnya yang dinilai enggak wajar.

Dari data Bisnis, sepanjang 2020, IRRA berhasil mencatatkan kenaikan kinerja hingga 90 persen. Hal itu dipicu oleh penjualan barang terkait penanganan Covid-19 yang cukup moncer.

Pihak IRRA menyatakan kalau aktivitasnya secara fundamental pun cukup baik. Adapun, IRRA merupakan perusahaan yang mendistribusikan peralatan rapid test antigen dari Abbot yang merupakan salah satu dari dua alat rapid test antigen yang direkomendasikan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Sementara itu, pada perdagangan Senin (11/1), saham IRRA dinilai BEI mengalami Unusual Market Activity (UMA). Meski begitu, kondisi tersebut enggak hanya menunjukkan pelanggaran terhadap regulasi di pasar modal.
 

Investor Diminta Waspada

Dilansir dari Bisnis, BEI mengimbau para investor untuk memperhatikan jawaban Itama Ranoraya atas permintaan konfirmasi bursa. 

Selain itu, investor juga disarankan buat mencermati kinerja perusahaan dalam setiap keterbukaan informasi. Terlebih, investor juga perlu mengkaji ulang aksi korporasinya, apabila belum dapat persetujuan dari pemegang saham.

Adapun, BEI juga menyarankan, sebaiknya investor mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan investasi.