Promosi Pakai Jasa Endorse Selebgram? Simak Tips NBAS Kotagede Ini, Daripada Berakhir Zonk

Produk kerajinan ukir logam Kotagede mencoba jasa endorse untuk melebarkan pasar (sumber gambar: NBAS Kotagede)

Produk kerajinan ukir logam Kotagede mencoba jasa endorse untuk melebarkan pasar (sumber gambar: NBAS Kotagede)

Saat merintis bisnis untuk menjual suatu produk maupun jasa, salah satu cara untuk menambah jumlah pembeli dan memperkenalkan produk adalah dengan cara menggunakan jasa dukungan terhadap orang lain atau lebih dikenal dengan kata endorsement.

Dalam praktiknya, endorsement bisa dikatakan sebagai salah satu jenis promosi pengiklanan yang termasuk dalam salah satu bentuk dari digital marketing yang paling praktis. Teknik promosi ini diakui sangat efektif dan kekinian, serta bisa membuat daya tarik suatu produk seketika.

Praktik endorsement kini juga sudah banyak dilakukan oleh orang-orang yang populer di Instagram, atau dikenal dengan istilah selebgram (selebriti Instagram). Umumnya, selebgram menawarkan jasa endorse dengan cara mengunggah (posting) konten di media sosial masing-masing lengkap dengan testimoninya. Harga yang ditawarkan pun juga bervariataif, tergantung siapa yang ingin di endorse.

Sayangnya, menggunakan jasa endosrment untuk memperkenalkan suatu produk atau jasa ini tak selalu berjalan mulus lho. Salah satu permasalahan tentang menggunakan jasa endorse ini disampaikan oleh pengelola @nbas_jogja, yang menjual kerajinan ukir tembaga dan kuningan.

NBAS Kotagede mengaku mengenal perkembangan jasa endorsement sudah lama, bahkan sebelum sosial media semasif saat ini. Bahkan, NBAS Kotagede sempat mengalami kejadian yang tidak sesuai dengan harapannya saat menggunakan jasa endorser.

Karenanya, studio pembuatan kerajinan tembaga kuningan tersebut berbagi tips yang perlu diperhatikan sebelum kita memutuskan untuk memakai jasa endorsment.

Baca Juga: Tanpa Iklan & Influencer, Begini Cara Pemasaran Instagram Secara Organik
 

1. Perhatian Konten, Jangan salah!

Pakai jasa endorsment biasanya kita juga harus memikirkan tentang konten dan caption. Terlihat sepele, tapi caption juga penting untuk menarik perhatian. Minimal, agar informatif dan menarik pembacanya.

Di lain sisi, editorial konten juga diperlukan. Jangan sampai fatal. Misalnya, salah menulis nama brand kita dan baru sadar ketika sudah diposting.

Walaupun bisa complain untuk revisi atau edit caption, namun para pengikut (followers) mereka sudah terlanjur melihatnya. Ya, kalau admin endorsement-nya lagi luang. Jika sibuk, tentu bisa sia-sia.
 

2. Pelajari Jasa Endorsement

NBAS Kotagede menceritakan bagaimana mereka awalnya tertarik memakai jasa endorser untuk mengenalkan kerajinan tembaga dan kuningan buatannya. Mereka melihat unggahan endorser (buzzer) tersebut selalu menarik.

Akhirnya, mereka mencoba untuk pakai jasa tersebut. Mereka menulis sendiri caption dan foto seadanya. Bahkan, sang admin endorser kaget ketika postingan promosi studio tersebut mendapatkan engagement.

Penting bagi pelaku usaha untuk mempelajari jasa endorser, minimal menentukan pasar dan kualitas akun endorser tersebut. Hal yang mudah dilihat adalah jumlah followers sama engagement terlihat rasional atau tidak? Jangan sampai followers jutaan, tapi likes dan komentar sepi banget.
 

3. Mintalah Data Engagement

Jangan lupa, setelah periode postingan berakhir, mintalah data engagement. Biasanya, data tersebut berbentuk screenshoot atau tangkapan layar.

Dari data tersebut, kamu bisa analisis untuk promosi, hingga membuat strategi ke depan. Jika kamu puas dengan hasilnya, maka selanjutnya kamu bisa pakai jasanya lagi. Namun, jika belum puas, kamu wajib mempertimbangkan ulang.
 

4. Cari Tau Layanannya Ramah Nggak?

Banyak orang yang tidak tau. Ada masalah soal memakai jasa endorsment dimana produk yang diberikannya pada sang selebgram itu nyasar di kota lain.

Yang lebih membuatnya semakin "hadeuh" adalah sang selebgram memberitahukannya secara mendadak. Rasional sih, jika jasa endorsement yang kita pakai adalah artis yang harus ke sana ke mari dengan cepat.

Kadang, diminta dikirim ke Surabaya misalnya, karena ekspedisi delay, maka mereka sudah pindah kota. Karenanya, pintar-pintar komunikasilah dengan penyedia jasa endorsement.

Itu lah tips singkat menurut pengelola NBAS Kotagede jika kamu sedang merintis bisnis. Jangan lupa untuk selalu mempertimbangkan dengan matang setiap keputusan, apalagi menyangkut dengan biaya.

Di masa pandemi Covid-19, apalagi masa PSBB seperti saat ini, kita sebagai pelaku ekonomi kreatif harus saling mendukung ya. Share informasi ini biar teman-teman lainnya juga menambah wawasan.

Baca Juga: Influencer Marketing Atau Affiliate Marketing? Mana yang Efektif?