Waduh, 20 Ribu Warteg di Jabodetabek Terancam Tutup! Kenapa Ya?

Like

 

 

Canva

Menu warteg - Canva

 

Naiknya Harga Pangan

Sudah mana sepi pelanggan, harga pangan pun ikutan naik! Alhasil, bisnis warteg pun makin mengalami tekanan nih, Be-emers.

Di awal tahun 2021 ini, harga pangan seperti tempe, tahu, hingga daging tiba-tiba saja melonjak banget! Bahkan, tempe dan tahu sempat langka lho di pasar.

Hal itu dikarenakan adanya aksi mogok dari para produsen tahu dan tempe dari tanggal 1-3 Januari 2021 lalu. Bahkan, mereka memutuskan buat menaikkan harga jual tempe dan tahu hingga 20 persen seiring naiknya harga kedelai impor.

Enggak cukup sampai di situ, aksi mogok juga dilakukan oleh para pedagang daging sapi di kawasan Jabodetabek pada Rabu (20/1) hingga Jumat (22/1) lalu. Setali tiga uang, aksi tersebut dipicu oleh tingginya harga daging sapi.

Harga daging sapi impor kini sudah menyentuh US$3,6 per kilogram lho! Bahkan, per Januari hingga Februari 2021, harganya diprediksi bisa mencapai kisaran US$3,9 per kilogram.


Sebenarnya sih, kenaikan harga pangan ini sudah mulai kelihatan sejak menjelang musim libur akhir tahun 2020 lalu nih, Be-emers.

Bahkan menurut Kepala Bidang Distribusi Pangan Badan Ketahanan Pangan (BKP) Inti Pertiwi, dikutip dari Bisnis, berlanjutnya kenaikan harga pangan setidaknya juga bakal terjadi pada telur dan daging ayam ras yang pasokannya cenderung berkurang.

Hal itu pun dinilai sebagai imbas dari pengurangan populasi yang dilakukan belum lama ini. Selain itu, harga cabai pun cenderung naik akibat produksi yang berkurang karena keterbatasan modal yang dirasakan petani selama pandemi.

Waduh, kalau semua naik, kita yang anak kosan makan apa dong, Be-emers?

Mi instan lagi? Huaaaaa.

Ada FUN FACT juga nih soal warteg di halaman selanjutnya!