Ini 3 Tips untuk Investor Ritel Pemula dari Komisaris BEI

Trader - Canva

Trader - Canva

Kini, investasi sudah mulai banyak dilirik oleh banyak masyarakat nih. Tren investasi, terutama di pasar modal, terjadi seiring dengan terus meningkatnya jumlah investor nih, Be-emers.

Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), jumlah investor di pasar modal hingga 29 Desember 2020 berjumlah 3,87 juta (Single Investor ID). Angka itu meningkat 55,83 persen dari tahun 2019.

Jumlah investor tersebut terdiri dari 3,83 juta individual investor dan 32.464 investor dari institusi. Uniknya, peningkatan jumlah investor tersebut didominasi oleh milenial dengan usia di bawah 30 tahun.

Kamu salah satunya enggak nih, Be-emers?

Di satu sisi, menurut Komisaris Bursa Efek Indonesia Pandu Sjahrir, dilansir dari Bisnis, lonjakan investor ritel tersebut membawa tujuannya masing-masing. Mulai dari yang ingin berinvestasi di masa depan, hingga yang cuma mau cari peruntungan supaya cepat kaya doang.

Nah, seiring dengan hal itu, ada tiga tips nih dari Pandu Sjahrir buat para investor ritel pemula di pasar modal.

Baca Juga: Masih Aktif Jadi Investor di Usia 61 Tahun, Ini Tips Investasi ala Lo Kheng Hong untuk Milenial
 

Banyak Baca!

Hal pertama yang perlu kamu lakukan adalah dengan banyak membaca. Soalnya, saat terjun dalam investasi saham, kamu perlu banyak riset juga lho.

Misalnya, kamu perlu membaca laporan-laporan terkait perusahaan tercatat seperti laporan keuangan, laporan hubungan investor, hingga laporan riset dari perusahaan sekuritas.

Nah, dari laporan dan data tersebut, kamu sebagai investor sebaiknya bisa mengetahui gambaran fundamental suatu perusahaan dan daya tahannya di industri.
 

Check and Recheck

Bukan, ini bukan acara gosip di TV lokal tahun 2000an yaa. Hehe. Maksudnya, saat kamu melakukan investasi saham, kamu perlu juga untuk selalu mengecek dan melakukan konfirmasi ulang.

Jadi, setelah kamu memilih saham yang ingin dibeli, ada baiknya investor mengecek realitas emiten tersebut.
 

Jangan Ragu Bertanya

Terakhir, kamu jangan ragu untuk bertanya. Bukan sama teman, tapi bertanyalah sama orang-orang yang kredibel dan terlibat dalam industri emiten tersebut.

Misalnya, mempertanyakan kinerja perusahaan, hingga prospek kedepannya. Dengan melakukan verifikasi tersebut, barulah kamu sebagai investor bakal lebih mudah dalam menentukan pembelian saham pada harga tertentu deh, Be-emers.

Adapun, Pandu juga punya pesan penting nih buat para investor, terutama yang masih pemula,

“...mengumpulkan kekayaan itu butuh waktu. Jika ingin berinvestasi di pasar saham, ambil jangka panjang lihat fundamentalnya. Berjenjang, bertahap,”
-Pandu Sjahrir, Komisaris Bursa Efek Indonesia


Gimana, Be-emers? Sudah siap berinvestasi saham tanpa sekedar ikut-ikutan doang?