Mengenal Apa Itu Cryptocurrency dan Jenis-Jenisnya

Cryptocurrency - Canva

Cryptocurrency - Canva

Selain mata uang yang selama ini kita kenal kayak rupiah, dollar, yen, dan sebagainya, ada lagi nih jenis mata uang kripto atau Cryptocurrency. Apa itu?

Buat kamu yang belum tahu, Cryptocurrency merupakan salah satu aset atau mata uang digital sebagai media pertukaran yang menggunakan kriptografi, sehingga transaksinya lebih aman dan terjamin.

Kalau dilansir dari International Business Times, mata uang kripto ini dirancang menggunakan kontrol yang terdesentralisasi. Hal itu sebagai lawan dari mata uang digital pusat dan sistem perbankan sentral.

Kontrol desentralisasi dari masing-masing mata uang kripto bekerja lewat teknologi yang dikenal sebagai ledger. Jadi, Cryptocurrency ini hampir enggak mungkin buat dipalsukan nih, Be-emers.

Beda sama mata uang pada umumnya, Cryptocurrency ini sama di setiap negara lho. Makanya, mata uang digital ini bisa bebas ditransaksikan antar negara dan enggak terpengaruh sama kurs yang berlaku.

Selain itu, kelebihan dari Cryptocurrency ini adalah punya kode tersendiri saat digunakan untuk transaksi alias terenkripsi. Jadi, setiap transaksi, pengguna enggak bisa lihat siapa yang melakukannya.

Bahkan, Cryptocurrency bisa digunakan buat transaksi ke lebih dari satu orang ke orang lainnya. Terlebih, sebenarnya enggak ada aturan siapa saja yang bisa menggunakan Cryptocurrency sih, Be-emers.

Cryptocurrency juga punya banyak fungsi lho. Kamu bisa menggunakan mata uang kripto untuk membeli barang/jasa, sebagai investasi, hingga digunakan dalam hal pertambangan!

 

Cryptocurrency - Canva

Cryptocurrency - Canva

 

Jenis-Jenis Cryptocurrency

Awalnya, berdasarkan catatannya yang berjudul “Blind Signatures for Untraceable Payment”, ahli kriptografi Amerika bernama David Chaum menggunakan Cryptocurrency yang dikenal sebagai e-cash pada 1983.

Hingga di tahun 1989, dikutip dari Forbes, Chaum kemudian mengimplementasikannya menjadi DigiCash, dimana merupakan mata uang online yang aman dan cukup privat.

Meski kini DigiCash sudah mati dan Chaum sendiri sudah menjual hak patennya, namun kini eksistensi Cryptocurrency justru makin menjadi-jadi. Ada banyak jenis Cryptocurrency yang beredar nih, Be-emers, antara lain:

Bitcoin

Tahun 2009, Satoshi Nakamoto mengembangkan sebuah mata uang kripto terdesentralisasi pertama di dunia, yang dikenal sebagai Bitcoin.

Hingga kini, eksistensi bitcoin masih sangat populer lho di antara jenis Cryptocurrency lainnya. Bahkan, Elon Musk diketahui mencantumkan tagar #Bitcoin di bio akun resmi Twitternya!

Baca Juga: Menyatakan Dukungannya di Twitter, Ini Alasan Elon Musk Pilih Bitcoin

Di awal Januari 2021, harga bitcoin juga sempat pecah rekor, dengan tembus US$41.973 atau setara Rp587 juta lho, Be-emers!
 

Litecoin

Selain Bitcoin, Litecoin juga jadi salah satu Cryptocurrency “senior” nih. Lahir pada 2011, Litecoin ini hadir sebagai mata uang digital peer-to-peer (P2P) yang menghasilkan blockchain.

Blockchain sendiri merupakan rantai atau daftar blok yang dihubungkan dan diamankan dengan kriptografi. Makanya, Litecoin ini juga memungkinkan para penggunanya untuk melakukan transaksi dengan lebih cepat.
 

Dogecoin

Jenis Cryptocurrency yang satu ini diciptakan sama dua software engineers yakni Billy Markus dan Jackson Palmer di tahun 2013. Mereka menciptakan dogecoin untuk membuat sistem pembayaran yang lebih instan, menyenangkan, dan juga bebas biaya perbankan nih, Be-emers.

Lucunya, dogecoin ini menampilkan wajah anjing jenis Shiba-Inu, yang mana berasal dari meme “Doge” terkenal itu lho!

Berdasarkan data dari Sydney Morning Herald, Dogecoin mencapai kapitalisasi pasar hingga US$5,4 miliar pada 28 Januari 2021. Oh iya, Dogecoin ini adalah salah satu mata uang kripto dengan banyak pengguna dan cukup populer di sejumlah komunitas online.
 

Bitcoin Cash (BCH)

Lawannya bitcoin nih, Bitcoin Cash (BCH) lahir saat sejumlah pengguna bitcoin enggak setuju sama beberapa aturan yang berlaku. Meski baru eksis di tahun 2017, popularitas Bitcoin Cash juga enggak kalah dari jenis mata uang kripto lainnya lho.

Bedanya apa sih sama Bitcoin pada umumnya?

Jadi, kalau Bitcoin itu, dibatasi sama waktu atau proses transaksi. Sedangkan Bitcoin Cash bisa memproses transaksi dengan jauh lebih cepat daripada jaringan Bitcoin.

Meski begitu, dilansir dari Investopedia, dengan semakin cepatnya waktu verifikasi transaksi, ada kerugian juga nih dari BCH. Salah satunya, sisi keamanannya dapat dikompromikan dibanding jaringan Bitcoin.
 

Feathercoin (FTC)

Sementara itu, Feathercoin merupakan mata uang kripto yang sifatnya open source nih. Dirilis di bawah lisensi MIT/X11, FTC dibuat sama seorang IT Officer Oxford University di tahun 2013.

Dengan memodifikasi sumber kode dari litecoin, dikutip dari Bitcoin Magazine, jaringan FTC ini diatur agar bisa menciptakan koin dengan persenan yang menurun dan bakal menciptakan sebanyak 336 koin. Jumlah tersebut 16 kali lebih banyak dari Bitcoin lho!

Nah, kira-kira jenis Cryptocurrency mana nih yang mau kamu coba, Be-emers?