Franchise Donat Amerika vs Donat Kentang Lokal, Mana yang Lebih Cuan?

Like

Dunkin Donuts - Canva

Dunkin Donuts - Canva

 

Franchise Dunkin’ di Indonesia

Brand Dunkin’ Donuts mungkin sudah enggak asing lagi buat kamu nih, Be-emers. Outletnya pun sudah tersebar di berbagai wilayah, mall, hingga bandara dan stasiun lho!

Waralaba donat internasional ini pertama kali didirikan sama William Rosenberg di Massachusetts, Amerika Serikat pada 1950. Dengan lebih dari 10.000 gerai di seluruh dunia, Dunkin’ Donuts pun jadi franchise donat terbesar di dunia nih, Be-emers.

Di Indonesia, Dunkin’ Donuts pertama kali eksis pada tahun 1985. Saat itu, Dunkin’ Donuts membuka gerai pertamanya di wilayah Hayam Wuruk, Jakarta Pusat.

PT Dunkindo Lestari pun jadi pemegang lisensi resmi dari franchise Dunkin’ Donuts di Indonesia. Punya lebih dari 200 gerai yang tersebar di kota-kota besar di Indonesia, Dunkin’ Donuts pun seringkali dianggap sebagai pesaing “terberat” bagi para pelaku usaha donat lainnya.

Meski begitu, berdasarkan hasil studi soal “Pengaruh Kehadiran Dunkin’ Donuts di Indonesia”, secara empiris, hadirnya Dunkin’ Donuts telah menstimulasi timbulnya persaingan dari perusahaan lokal sejenis.


Bahkan, secara ekonomi, kehadiran dan keberadaan Dunkin’ Donuts dinilai enggak sampai mengancam eksistensi usaha donat lokal. Hal itu terbukti dari banyaknya pelaku usaha donat lokal, yang bahkan sudah berhasil membuka cabang hingga ke luar negeri, salah satunya yakni J.CO Donuts.

 

Dunkin Donuts - Canva

Dunkin Donuts - Canva



Sementara itu, diketahui dari laman Franchise.com, bisnis waralaba Dunkin 'Donuts memiliki investasi awal antara US$109.700 hingga US$1.637.700. Namun, biaya franchise sendiri bervariasi, berdasarkan pasar yang dipilih.

Pihak Dunkin 'Donuts juga menawarkan dukungan franchisee terbaik di industrinya. Para ahli dari pihak Dunkin’ juga bakal membantu dalam pengembangan, konstruksi, pelatihan, pemasaran, dan operasional.

Nantinya, para penerima waralaba (franchisee) bakal mendapatkan cuan dari dana iklan, yang mana melengkapi pemasaran nasional dan promosi secara lokal.

Di satu sisi, penjualan Dunkin’ Donuts diketahui terus menurun sejak 2015 hingga 2018 lho. Dari sample data yang dikutip dalam penelitian salah satu mahasiswa Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) Bandung, penjualan Dunkin’ Donuts di Bandung antara lain sebagai berikut:
 
Tahun Unit
2015 179.441
2016 177.540
2017 173.969
2018 172.580
Sample Penjualan Dunkin' Donuts di Bandung 2015-2018


Sedangkan di tahun 2019, Dunkin’ Donuts resmi melakukan rebranding dengan hanya menggunakan nama “Dunkin’”. Soalnya, diketahui 60 persen omset Dunkin’ justru didominasi dari penjualan kopi.

Jadi, pihak Dunkin’ pun juga ingin fokus pada penjualan minuman, termasuk kopi, dalam bisnis franchisenya di seluruh dunia nih, Be-emers.

Sayangnya, bisnis Dunkin’ di Indonesia sempat mengalami keterpurukan di tahun 2020 akibat tekanan pandemi Covid-19. Bahkan, dari data laporan serikat pekerja, para karyawan Dunkin’ sempat mendapatkan pemotongan gaji 50 persen dan enggak menerima THR pada bulan Mei 2020 lho.

Meski begitu, Dunkin’ tetap jadi donat favorit kamu kan, Be-emers?

Yuk, lanjut ke halaman selanjutnya buat intip franchise Krispy Kreme dan Donat Kentang!