Masyarakat Harus Sadar Pentingnya Kearifan Lokal

Bendera NKRI (Sumber gambar: Dokumentasi sendiri)

Bendera NKRI (Sumber gambar: Dokumentasi sendiri)

Negara Indonesia memiliki daerah yang sangat luas, sehingga memiliki banyak sekali penduduk yang tersebar di seluruh daerah. Setiap masyarakat di Indoneisa memiliki nilai yang dijadikan sebagai dasar kehidupan sehari-hari.

Nilai-nilai tersebut menjadi sebuah ciri khas dari setiap kelompok masyarakat di daerah masing-masing dan akan diteruskan kepada generasi selanjutnya. Nilai-nilai itu lah yang disebut kearifan lokal dan kearifan lokal dapat berbentuk secara lisan ataupun tulisan.

Kearifan lokal dapat berupa budaya, kebiasaan, fenomena, dan tradisi dari sebuah kelompok masyarakat. Kearifan lokal merupakan hasil dari jangka waktu yang sangat lama, dan diteruskan kepada generasi-generasi selanjutnya.

Kita pun dapat mengetahui kehidupan masyarakat zaman dahulu dan ciri khas dari kelompok masyarakat tersebut. Ciri khas dari setiap kelompok masyarakat dapat menarik perhatian dunia dan juga dapat digunakan untuk mempromosi atau mengharumkan nama Indonesia.

Kearifan lokal juga memiliki beberapa fungsi, seperti menjaga sumber daya alam dengan berbagai cara yang telah ditetapkan dari nenek moyang di daerahnya. Selain itu, bisa juga digunakan sebagai sumber ilmu pengetahuan tentang masa lalu dan dalam bidang pertanian.

Ilmu-ilmu pertanian dari masa lalu dapat menjaga alam semesta sekaligus menghasilkan pangan dengan cara  efektif. Seperti fungsi-fungsi tersebut, kearifan lokal memang memiliki arti penting bagi suatu negara.

Indonesia sudah memiliki daerah yang luas, masyarakat yang beragam, pasti meiliki ciri khas yang sangat banyak. Oleh sebab itu kearfian lokal harus dipertahankan agar makna dari kearfian lokal tidak hilang.

Namun, seiring dengan masuk era globalisasi atau modern, kearifan lokal Indonesia mulai terancam oleh budaya-budaya luar yang masuk ke dalam Indonesia.

Era globalisasi membuat dunia mulai bersatu dan teknologi pun semakin berkembang mendorong terjadinya globalisasi lebih cepat. Globalisasi memang dapat membawa arus yang baik seperti mempersatukan dunia, berkomunikasi dengan negara lain semakin mudah, dapat mengakses berbagai informasi dari dunia, trasnportasi semakin berkembang, dan lain-lain.

Meskipun demikian, jika dilihat dari segi kearifan lokal, globalisasi merupakan sebuah hal yang menggangu ketetapan kearifan lokal.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, kearifan lokal dapat diwariskan kepada generasi selanjutnya. Namun, karena budaya-budaya luar masuk ke dalam Indonesia, para kaum muda atau generasi Z lebih tertarik dengan budaya luar tersebut dan lebih memilih dari pada budaya sendiri.

Oleh karena itu, yang seharusnya kearifan lokal dapat diwariskan turun menurun, tidak ada yang ingin meneruskan kearifan lokal tersebut bahkan tidak ada yang peduli dengan kearifan lokal.

Globalisasi dapat mengubah sikap dan pemikiran masyarakat. Masyarakat masa kini lebih memilih hal yang cepat, dan nyaman. Sehingga di pandang masyarakat sekarang, kearifan lokal yang sudah diteruskan dari zaman dahulu terlihat membosankan dan tertinggal zaman.

Namun, jika kita meninggalkan kearifan lokal karena hanya terlihat ketinggalan zaman, maka di masa depan kita akan kehilangan akar kebangsaan karena kehilangan ciri khas negara sendiri. Maka, kita harus menyadari betapa pentingnya menjaga kearifan lokal dari era modern ini.

Karena kearifan lokal sedang terancam keadaannya oleh globalisasi, maka sebagai warga negara Indonesia harus berupaya keras untuk menjaga atau melestarikan kearifan lokal. Hal yang paling penting dan harus diingat adalah peduli dengan kearifan lokal sendiri.

Jika kita melupakan kearifan lokal sendiri maka siapa yang akan menjaga hal tersebut?

Kemudian, meningkatkan kesadaran bahwa kearifan lokal kita sedang terancam. Banyak masyarakat yang masih belum mengetahui bahwa kearifan lokal kita sedang terancam, sehingga belum muncul aksi-aksi yang berusaha untuk menjaga kearifan lokal.

Rasa cinta tanah air juga dapat membantu kita dalam menjaga kearifan lokal, karena jika kita mencintai negara kita maka pasti kita akan peduli dan ingin mempelajari tentang kearifan lokal.

Kita juga harus pintar dalam menerima globalisasi, menerima hal-hal yang beruntung bagi negara dan menolak hal-hal yang merugikan negara seperti mengancam keadaan kearifan lokal.

Meskipun kearifan lokal harus dijaga dan ditetapkan, kita dapat mengubah bagian-bagian yang mungkin memerlukan perubahan dan pada saat menghadapi situasi tertentu. Hal tersebut bernama pemberdayaan komunitas.

Namun, perubahan tersebut harus masih tetap menjaga nilai-nilai kearifan lokal. Pemberdayaan komunitas akan membuat masyarakat lebih mandiri, dan akan membuat kelompok lebih baik lagi.

Dalam pemberdayaan komunitas ada beberapa aktor yang akan menjalani atay nenbabty proses pemberdayaan, yaitu pemerintah, swasta, dan masyarakat. Pemerintah dapat melakukan pemberdayaan kearifan lokal dengan cara mengeluarkan berbagai kebijakan, evaluasi, dan melihat situasi yang sedang dihadapi.

Sebagai swasta, bisa mengikuti atau berpartisipasi dalam kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah, evaluasi dan monitoring. Sebagai masyarakat, aktif dalam kegiatan-kegiatan tentang pemberdayaan, dan mendukung kebijakan pemerintah.

Dengan artikel ini saya berharap dapat membantu pembaca dalam menyadari pentingnya melestarikan kearifan lokal dan juga cara menghadapi globalisasi yang berjalan begitu cepat.

Kearifan lokal merupakan hal yang penting bagi suatu negara karena dapat berfungsi sebagai penjaga sumber daya alam, dan menjadi sumber ilmu pengetahuan tentang masa lalu sekaligus dalam bidang pertanian. Kemudian, kita harus berhati-hati dalam menerima budaya dari luar karena dapat mengusir budaya kita sendiri.

Kearifan lokal dapat disebut juga akar kebangasaan yang diturunkan dari waktu ke waktu. Oleh sebab itu, kita harus menjaga kearifan lokal agar tidak kehilangan apa yang ditinggalkan oleh leluhur kita.

Mari menjadi rakyat yang bijak, menjaga kearifan lokal, dan melakukan pemberdayaan komunitas pada saat membutuhkan. Terima kasih.