Cerita Saham Sepekan: Ketika Bank-Bank Kecil Mulai Ramai Dilirik di Tengah Prospek Perbankan Digital

Bank - Canva

Bank - Canva

Sepanjang pekan terakhir Februari 2021 ini, saham dari sektor perbankan mulai mendapat banyak sorotan nih, Be-emers. Prospek dan peluang di perbankan digital pun jadi salah satu pemicunya.

Apalagi, saat ini pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diketahui lagi mengkaji ketentuan soal pendirian bank digital, Be-emers. Targetnya, regulasi dari OJK tersebut sudah bisa dirilis sebelum semester I/2021.

OJK menyebutkan, pendirian bank digital nantinya bakal dibagi jadi dua jenis, yakni:
  • Pendirian bank baru sebagai fully digital bank.
    Untuk ini, investor menyampaikan proposal kepada OJK untuk mendirikan bank digital.
     
  • Transformasi bank existing menjadi bank digital.
    Bank harus punya model bisnis yang realistis dan implementatif dengan penggunaan teknologi yang inovatif dan aman dalam menjawab kebutuhan nasabah.

    Selain itu, pihak bank juga punya kemampuan untuk mengelola bisnis perbankan digital yang prudent dan berkesinambungan, serta paham mitigasi dan kapabilitas dari manajemen risiko

Nah, sejumlah bank-bank kecil mulai bangkit dan melirik peluang di sektor perbankan digital lho. Mulai dari Bank Neo Commerce (BBYB), Bank Bumi Arta (BNBA), hingga Bank Capital Indonesia (BACA).

Baca Juga: Saham Bank Jago Melejit Jadi Big Caps, Ini Obrolan Rahma-Rangga Bareng Mas Bos

Hingga perdagangan Rabu (24/2) diketahui saham BBYB telah mengalami kenaikan saham hingga 63,31 persen selama sepekan. Hal itu diikuti dengan kenaikan saham selama tiga hari berturut-turut.

Sayangnya, kenaikan harga saham BBYB tersebut harus sempat mendapatkan suspensi dari bursa, dengan dihentikan sementara perdagangan sahamnya.

Pihak Bank Neo Commerce pun menegaskan kalau bakal tetap fokus di pengembangan digital sesuai tren yang saat ini terjadi.

Bahkan, menurut Direktur Utama PT Bank Neo Commerce Tjandra Gunawan, dikutip dari Bisnis, transformasi digital yang dilakukan oleh BNC ini disambut baik oleh para stakeholder perseroan, termasuk para investor di pasar saham.

Adapun, pihak BBYB juga bakal rights issue buat mendapatkan suntikan dana buat memenuhi ketentuan OJK terkait Pemenuhan Modal Inti minimum Bank.

Hal serupa juga dilakukan oleh Bank Bumi Artha (BNBA). Pihaknya juga diketahui bakal memenuhi kewajiban modal inti sebesar Rp2 triliun pada 2021 dan Rp3 triliun pada 2022.

Sementara itu, terkait rencana digitalisasi, pihaknya pun masih terus mencari kemungkinan aliansi strategis dengan pelaku industri digital. Bahkan, kabarnya nih, BNBA bakal diakuisisi sama SEA Group lho.

Cuma itu masih isu aja sih. Soalnya hingga saat ini, belum ada kabar resmi dari pihak BNBA terkait hal itu, Be-emers.

Baca Juga: Bank Digital Bikin Persaingan Makin Sengit, Gimana Nasib Bank Konvensional?

Namun di sisi lain, SEA Group, yang notabene induk usaha dari e-commerce Shopee ini, juga dikabarkan lagi melirik Bank Capital (BACA) Indonesia nih. Menurut data Bisnis, BACA adalah salah satu bank dengan modal inti kurang dari Rp2 triliun, yang menjadi incaran investor asing untuk menggarap peluang pasar keuangan digital di Indonesia.

Alhasil, kabar tersebut jadi bikin kinerja saham BACA melesat nih, Be-emers. Bahkan, hingga perdagangan Jumat (26/2), saham BACA ditutup menguat 3,27 persen ke level Rp790.

Gilanya nih, di perdagangan Kamis (25/2), saham BACA melesat tajam hingga 23,39 persen lho! Data Bisnis pun mencatat, saham BACA telah mengalami kenaikan hingga 91,25 persen selama sebulan terakhir.

Wuidih, langsung melejit nih!

Nah, kalau dilihat dari keseriusan mereka di perbankan digital, kamu tertarik koleksi saham dari bank-bank kecil ini enggak, Be-emers?