Dinilai Tahan Banting, Ini yang Dibutuhkan Startup Sektor SaaS

SaaS - Canva

SaaS - Canva

Kamu pernah dengar tentang teknologi Software as a Service (SaaS) enggak, Be-emers?

Saas merupakan alat atau teknologi untuk menjalankan tugas tertentu. Misalnya nih, pengolahan teks hingga manajemen konten.

Berdasarkan keterangan di laman East Ventures, SaaS ini lebih tepatnya adalah sebuah layanan cloud computing untuk memberikan layanan aplikasi secara online kepada user nih, Be-emers. Kehadiran SaaS tentunya sangat dibutuhkan lho di era digital.

Makanya, perusahaan rintisan yang fokus pada SaaS juga dinilai bakal jadi yang paling tahan banting seiring perkembangan digitalisasi.

Baca Juga: Startup Berbasis SaaS Dinilai Jadi yang Paling Kebal dan Bakal Terus Dilirik Investor, Kenapa Ya?
 

Kebutuhan Talenta Digital untuk Bisnis SaaS

Di satu sisi, talenta digital untuk mendukung eksistensi SaaS juga harus cukup lho. Dengan begitu, model bisnis SaaS pun bakal tetap bisa berjalan.

Kalau menurut Ketua Umum Asosiasi Startup Teknologi Indonesia (Atsindo) Handito Joewono, dikutip dari Bisnis, perusahaan rintisan memang membutuhkan investasi untuk teknologi perusahaan agar dapat memenuhi kebutuhan di lapangan.

Meski begitu, baginya, kebutuhan akan talenta digital juga jadi PR besar buat industri startup yang fokus pada bisnis SaaS.

Menurutnya, teknologi digital memang butuh dana yang sangat besar. Namun, kalau hal tersebut enggak ditunjang dengan talenta digital dan pengembangan software secara mandiri, bisnis SaaS akan sulit diwujudkan.

Ia menilai, talenta digital merupakan kebutuhan urgen untuk tahun ini. Kalau enggak ada talenta digital, bisa jadi lebih dari 50 persen anggaran perusahaan teknologi hanya akan tercurah ke komputasi awan, kecerdasan buatan, dan lainnya.

Sementara itu, berdasarkan riset Amazon Web Service dan AlphaBeta mencatatkan hanya ada 19 persen dari seluruh angkatan kerja di Indonesia yang mempunyai keahlian di bidang digital.

Padahal, hingga 2025, Indonesia membutuhkan 110 juta talenta digital buat mendukung perekonomian lho!

Adapun, Handito menilai saat ini inovasi teknologi perusahaan yang bisa diinvestasikan oleh perusahaan setidaknya dapat memenuhi beberapa aspek yang rutin untuk pelayanan pelanggan. 

Baca Juga: Belajar dari K-Drama Start-Up, Ini Bocoran Sektor Paling Dilirik Investor


Buat kamu yang punya cerita, opini, atau artikel menarik lainnya, yuk daftar dan share tulisan kamu di Bisnis Muda sekarang!