Mengenal Berkah Beton Sadaya (BEBS), Saham yang Harganya Melejit Pasca IPO

Berkah Beton Sadaya ( Sumber : Facebook Berkah Beton Sadaya )

Berkah Beton Sadaya ( Sumber : Facebook Berkah Beton Sadaya )

Sejak 2020 lalu, memang banyak perusahaan lokal yang mendaftarkan diri untuk IPO pada 2021. Salah satunya adalah PT. Berkah Beton Sadaya yang menjadi perusahaan ke-9 yang melangsungkan IPO di 2021.

Setelah mendaftarkan namanya di OJK pada 24 Agustus tahun lalu,  PT. Berkah Beton Sadaya telah berhasil mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada 10 Maret 2021 lalu dengan Kode emiten BEBS.

Menebar 2 miliar lembar saham pada penawaran umum perdana nya, BEBS berencana meraup dana 200 miliar rupiah dengan menetapkan harga Rp. 100 per lembar saham di Bursa.

IPO yang dilangsungkan pada 10 Maret lalu terbilang sukses. Pasalnya, pada hari pertama melantai di Bursa Efek Indonesia, saham BEBS melejit 35 persen hingga menyentuh auto reject atas (ARA).

Harga saham yang semula ditetapkan sebesar Rp. 100 tersebut naik menjadi Rp. 135 per lembarnya pasca kenaikan yang signifikan tersebut. Wah, beneran dapet "berkah" ya BEBS ini!

Dana IPO Buat Apa Ya?

Perusahaan menjelaskan rencana penggunaan dana segar sebesar Rp. 200 miliar tersebut dalam prospektusnya. Dimana sebesar 46,33 persen dari dana perolehan IPO  akan dipakai untuk belanja modal.

Sedangkan sisanya yakni sebesar 53,67 persen akan dipakai untuk membeli sebidang tanah seluas 74.045 meter persegi dengan nilai transaksi Rp 103 miliar milik PT Subang Terus Membangun (STM).

Mengenal PT. Berkah Beton Sadaya

PT. Berkah Beton Sadaya merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri bahan bangunan, konstruksi, perdagangan besar, serta penggalian. Berdiri pada 23 Januari 2019, BEBS kini melangsungkan usahanya melalui 4 anak usaha.

Diantaranya PT. Wahana Batu Sejati dan PT. Batu Alam Samba yang bergerak di bidang penggalian. PT. Berkah Sadaya Makmur yang bergerak di bidang perdagangan. Serta PT. Berkah Harapan Sadaya yang bergerak di bidang pertambangan, penggalian dan perdagangan.

Bagaimana kepemilikan BEBS sebelum dan sesudah IPO?

Pemegang saham terbesar adalah PT. Berkah Global Investama yang dimiliki oleh Zulfikar Mohammad yang juga tergabung sebagai pengurus BEBS sebagai komisaris.

Melalui PT. Berkah Sadaya Adikarya, Zulfikar memiliki saham BEBS dengan persentase kepemilikan yang semula 43,51 persen menjadi 35,40 persen pasca IPO.

Kemudian sebesar 28,78 persen dipegang oleh PT. Berkah Multi Beton yang dimiliki oleh Yayan Suryana melalui PT. Kurnia Agro Semesta setelah sebelumnya memegang saham sebesar 37 persen.

Sebesar 22,22 persen saham BEBS kini dimiliki oleh publik. Selanjutnya, Komisaris Utama BEBS, Haji Herdis Sudana kini memiliki saham sebesar 4,4 persen setelah sebelumnya memiliki 5,71 persen.

4,98 persen saham dimiliki oleh Sugiarwati Lucky dari sebelumnya memegang 6,4 persen saham BEBS. PT Cipta Ihya Nusantara yang dimiliki Yayasan AL-Ihya Indonesia kini memegang 2,22 persen saham dari kepemilikan 2,86 persen sebelum IPO.

Kemudian pasca IPO persentase saham sebesar 1,36 persen dari semula 1,75 persen dimiliki oleh Haji Soewarso, 0,16 persen dari semula 0,20 persen dimiliki Heri Santoso, serta 0,44 dari semula 0,57 persen dipegang oleh Shierly Dyanne Wijaya.

Kinerja BEBS Sebelum IPO

Melihat pada kinerja keuangan PT. Berkah Beton Sadaya (BEBS) dalam dua tahun terakhir, diketahui bahwa pendapatan dari penjualan perseroan di tahun 2020 mengalami kenaikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Dimana pada 2019 penjualan sebesar Rp 14.764.060.765 dan pada bulan november 2020 penjualan sebesar Rp. 104.223.183.839. Sehingga pendapatan penjualan mengalami peningkatan signifikan sekitar Rp. 90 miliar.

Perbedaan angka yang begitu jauh tersebut tentunya juga mempengaruhi laba bersih perusahaan. Pada 2019 BEBS berhasil meraup laba bersih sebesar Rp. 221.235.491 sedangkan pada 2020 laba bersih yang didapat sebesar Rp. 22.719.755.808.

Selisih yang begitu jauh tersebut yaitu dari jutaan ke miliar berhasil diraih BEBS hanya dalam jangka waktu satu tahun. Begitu jelas bukan bahwa kinerja perusahaan PT. Berkah Beton Sadaya begitu baik?

Intip Harga BEBS Pasca IPO

Dengan kinerja perusahaan yang tergolong baik dan terus menunjukkan peningkatan laba bersih, tak heran bila harga saham BEBS pasca IPO terus mengalami kenaikan pasca IPO.

Harga saham BEBS terus naik secara signifikan sejak melantai di Bursa hingga menyentuh angka Rp. 590 atau melonjak sebesar 490 persen pada 19 Maret, sembilan hari setelah IPO.

Setelahnya harga BEBS kerap naik-turun meski tak signifikan, dimana harga tertinggi menyentuh angka Rp. 600 pada 25 Maret serta harga terendahnya berada pada Rp. 456 di penghujung Maret 2021. 

Hari ini, 6 April 2021 harga saham BEBS per lembarnya sebesar Rp. 525. Dimana angka tersebut mengalami penurunan sebesar Rp. 35 atau 6.25 persen dari harga hari kemarin.

Oleh karena itu, IPO PT. Berkah Beton Sadaya dengan kode BEBS ini dinilai sukses dan termasuk salah satu saham pendatang baru yang paling cuan, lho! Jadi, apakah kamu tertarik untuk beli saham BEBS?