Dari Meme Hingga Jadi Mata Uang Kripto, Intip Sejarah Dogecoin Yuk!

Dogecoin ( Sumber : newsweek.com )

Dogecoin ( Sumber : newsweek.com )


Bagi investor kripto, pastinya sudah tidak asing dengan mata uang kripto dengan ikon Anjing Shiba Inu, Dogecoin. Jenis mata uang kripto dengan sistem sumber terbuka atau pasokan tak terbatas ini mulai eksis di antara investor.

Mata uang yang bermula dari candaan ini, nilainya melejit hingga 300 persen dalam dua minggu setelah peluncuran perdananya pada 6 Desember 2013. Dari nilai US$0.00026 hingga menyentuh angka $0.00095.

Bahkan kini, kapitalisasi pasar mata uang “candaan” pada bulan April 2021 ini mengalami peningkatan lebih dari $ 1 miliar dibanding Januari lalu, dikutip dari CoinMarketCap. Lantas, apa sih sebenarnya Dogecoin yang disebut mata uang “candaan” ini?

Baca Juga: Ternyata, Ini Lho Alasan Dogecoin Jadi Meme Stock di Dunia Cryptocurrency
 

Kini terkenal, Ini Awal Munculnya Dogecoin

Mulanya, Dogecoin diciptakan oleh manajer produk di Adobe Inc. di Sydney, Australia Jackson Palmer sebagai satir bagi mata uang kripto yang ada saat itu, Bitcoin. Dogecoin kemudian benar-benar tercipta setelah Palmer bertemu Billy Markus.

Markus yang saat itu merupakan insinyur perangkat lunak di IBM, tertarik dengan Dogecoin yang dibuat Palmer. Hingga akhirnya Markus menjalin kerjasama untuk membuat software mata uang Dogecoin.


Mengambil maskot anjing Jepang -Shiba Inu- yang viral dalam “meme doge” pada masanya, kemunculan Dogecoin berhasil mendapat perhatian dari masyarakat. Karena konsepnya, Dogecoin juga disukai oleh orang-orang yang ingin “bermain” di dunia kripto.

Sedari awal kemunculannya, jelas bahwa Dogecoin memang tidak diniatkan agar menjadi alat pembayaran jangka panjang yang serius, layaknya Bitcoin. Dengan jumlah pasokan koin yang tak terbatas dan terus bertambah, kini sudah ada lebih dari 100 miliar Dogecoin.

Mata uang kripto itu merupakan cabang dari Lucky Coin, yang merupakan cabang Litecoin. Ia mengadaptasi sistem Lucky Coin yang suka membagikan hadiah coin dengan jadwal dan nominal yang acak. Anda mungkin dapat ribuan coin, bisa pula tak mendapat satupun.

Karena merupakan cabang dari Litecoin, maka banyak orang yang juga menjadi tertarik untuk berinvestasi di Dogecoin. Ibarat “sambil menyelam minum air” berlaku pada investasi di kedua mata uang kripto ini.

Baca Juga: Meski Sering Jadi Meme, Miliarder Mark Cuban Sebut Dogecoin Lebih Baik dari Tiket Lotre!
 

Penyebab Terkenalnya Dogecoin

Hadir sebagai coin candaan dengan sistem yang “aneh” membuat awal kemunculan dogecoin mampu menarik perhatian masyarakat. Apalagi, maskot yang dipakai berasal dari meme yang sedang viral pada saat itu.

Sehingga, tak heran bila dua minggu setelah diluncurkan, anggota Reddit Channel r/Dogecoin mencapai lebih dari 19 ribu orang. Kini, Dogecoin memiliki salah satu komunitas paling aktif dan terbesar di dunia kripto yang sering mendanai kegiatan amal bahkan balapan.

Selain karena memakai popularitas “meme doge”, Kepopuleran Dogecoin juga didukung oleh branding yang didapat dari selebriti dan orang-orang yang berpengaruh, sebut saja CEO Tesla Elon Musk yang sering memposting mengenai “Doge” di Twitternya.

Selain itu, promosi aset Dogecoin yang dilakukan oleh para selebriti ternama seperti Rapper Snoop Dogg dan musisi rock Gene Simmon juga mendorong nama DOGE semakin dikenal di masyarakat.

Akan tetapi, kenaikan harga Dogecoin yang melejit itu bukan hanya karena branding yang dilakukan oleh orang-orang terkenal. Akan tetapi, perubahan sistem hadiah Dogecoin yang dilakukan pihak pengembang juga mempengaruhi kenaikan harga.

Sistem pembagian hadiah Dogecoin yang semula menerapkan jadwal dan nominal yang acak, pada 2014 telah diubah menjadi sistem tetap. Hal ini membuat sistem inflasi Dogecoin per tahunnya menjadi maksimal 5,25 miliar, tidak lagi “tak terbatas”.

Na, itulah sejarah terciptanya mata uang kripto Dogecoin serta faktor penyebab popularitas dan kenaikan harga yang dialaminya. Apakah kamu tertarik untuk membeli Dogecoin?