Tesla Batal Luncurkan Model Premiumnya, Kenapa?

Tesla Building Web Bisnis Muda - Canva

Tesla Building Web Bisnis Muda - Canva

Like

CEO Tesla, Elon Musk, mengumumkan pembatalan peluncuran versi paling mahal dari sedan andalannya, Model S Plaid Plus melalui akun resmi Twitter-nya.

Tesla sebelumnya telah mengumumkan rencana untuk menjual mobil premiumnya, yang digadang-gadang sebagai mobil yang mampu menempuh jarak lebih dari 520 mil atau 836 km dengan baterai yang terisi penuh. Mobil tersebut berencana dijual dengan harga mencapai USD 150.000 atau Rp 2,1 miliar, USD 30.000 lebih mahal dibandingkan versi Plaid.

Model S Plaid masih direncanakan untuk diiklankan dan dipasarkan, dengan kemampuan untuk menempuh 390 mil atau 627 km per pengisian daya.

Kedua versi mobil tersebut diharapkan memiliki 3 motor, yang dapat berakselerasi dari 0 hingga 60 mph dalam waktu sekitar 2 detik.

Dikutip dari cuitannya di Twitter, Musk mengatakan bahwa Plaid+ dibatalkan karena kualitas dari Plaid sudah sangat bagus. Plaid dapat berakselerasi 0 hingga 60 mph dalam waktu kurang dari 2 detik. Mobil tersebut juga diklaim sebagai mobil produksi tercepat yang pernah dibuat dalam bentuk apapun.


Baca Juga: Dogecoin (DOGE) VS Cardano (ADA), Ketika Elon Musk Mulai Beralih ke Kripto Ramah Lingkungan

Nama “Plaid”  yang unik tersebut disebutkan merujuk pada parodi Star Wars 1987 “Spaceballs”. Ketika pesawat ruang angkasa memasuki hyperspace di Star Wars, bintang-bintang berubah menjadi garis-garis cahaya, sedangkan di “Spaceballs”, pesawat ruang angkasa bergerak sangat cepat sehingga bintang-bintang berubah menjadi bentuk kotak-kotak.

Pengumuman pembatalan tersebut datang hanya beberapa hari sebelum seremonial “pengiriman” yang direncanakan 10 Juni mendatang untuk Model S Plaid. Upacara yang seharusnya diadakan pada 3 Juni tersebut, harus tertunda selama satu minggu.

Penundaan acara dan pembatalan Model S Plaid+ secara tiba-tiba dibuat karena seluruh industri pembuat mobil dan bagian ekonomi lainnya menderita kekurangan microchip global.

Pada akhir Mei, Musk mengatakan bahwa kenaikan harga yang terjadi baru-baru ini disebabkan karena adanya tekanan harga rantai pasokan utama di seluruh industri, terutama bahan baku.

Menurut Musk, tantangan terbesar yang dialami Tesla adalah supply chain, khususnya chip microcontroller. Ketakutan akan kelangkaan chip menyebabkan setiap perusahaan memesan secara berlebihan.

Pada saat tweet tersebut diposting Senin, 7 Juni 2021, saham Tesla turun lebih dari 1 persen pada perdagangan tengah.

Baca Juga: Elon Musk Stop Penggunaan Bitcoin untuk Transaksi Tesla, Kenapa?