5 Tahapan dalam Proses Design Thinking untuk Dapatkan Ide Bisnis

Design Thinking Illustration Web Bisnis Muda

Design Thinking Illustration Web Bisnis Muda


Kali ini, kita bahas seputar design thinking yuk, Be-emers! Design thinking merupakan pendekatan yang digunakan untuk memecahkan masalah yang praktis dan kreatif. Hal ini didasarkan pada metode dan proses yang memang digunakan oleh desainer.

Namun, penggunaan metode ini telah berevolusi dan diadaptasi oleh bidang lainnya, seperti arsitektur, teknik, dan tak lupa, bidang bisnis.

Penting untuk diketahui bahwa design thinking sangat berpusat pada konsumen. Metode ini berfokus pada manusia dan berusaha memahami kebutuhan konsumen dan menghasilkan solusi efektif dan kreatif untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Oleh karena itu, design thinking disebut sebagai pendekatan berbasis solusi untuk pemecahan masalah, Be-emers!
 

Bagaimana Proses Penerapan Design Thinking?

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, proses design thinking bersifat progresif dan sangat berpusat pada konsumen.

Ada empat prinsip design thinking yang dikemukakan oleh Christoph Meinel dan Harry Leifer dari Hasso-Plattner Institute of Design di Stanford University, California.

 

4 Prinsip Design Thinking


The Human Rule

Apapun konteksnya, semua aktivitas desain bersifat sosial dan memiliki sudut pandang yang berpusat pada manusia
 

The Ambiguity Rule

Ambiguitas tidak dapat dihindari, tidak dapat dihilangkan, maupun disederhanakan. Lakukan eksperimen pada batas kemampuan dan pengetahuan agar bisa melihat sesuatu secara berbeda namun tidak kehilangan maknanya.
 

All Design is Redesign

Kebutuhan dasar manusia tidak berubah walaupun teknologi dan lingkungan sosial berkembang, sehingga, apapun yang diciptakan nantinya akan kembali lagi sebagai pemenuhan kebutuhan konsumen.
 

The Tangibility Rule

Membuat ide menjadi nyata dalam bentuk prototype memungkinkan desainer atau creator untuk mengkomunikasikan hal tersebut secara lebih efektif.
 

5 Fase Design Thinking

Berdasarkan 4 prinsip di atas, proses design thinking terbagi menjadi 5 tahap yaitu empathise, define, ideate, prototype, dan test. Yuk kita pahami lebih rinci, Be-emers!
 

Empathise

Empati memberikan titik awal yang kritis untuk proses design thinking. Tahap ini digunakan untuk mengenal konsumen dan memahami keinginan, kebutuhan, dan tujuan mereka.

Dalam tahap ini, kita harus mengamati dan terlibat dengan orang-orang untuk memahami mereka secara emosional dan juga psikologis. Selain itu, kita juga harus berusaha mengesampingkan asumsi mereka dan mengumpulkan insight yang tulus dan benar-benar sesuai dengan konsumen.
 

Define

Tahap kedua dalam proses design thinking adalah mendefinisikan masalah. Kamu akan mengumpulkan semua analisis dari fase empathise dan mulai mengidentifikasi kesulitan dan hambatan apa yang dialami oleh konsumen?

Pada akhirnya, kamu akan memiliki sebuah masalah yang jelas dan membingkai masalah tersebut sesuai pandangan konsumen. Setelah merumuskan masalah, kamu bisa menemukan solusi dan ide.
 

Ideate

Ide. Setelah mengetahui dan memahami masalah yang dihadapi konsumen, inilah saatnya mulai mencari solusi yang potensial. Kamu bisa menghasilkan sebanyak mungkin sudut pandang dan ide baru yang akan menjadi solusi.

Untuk mencari ide, kamu bisa melakukan brainstorming, mindmapping, hingga bodystorming lho, Be-emers! Setelah itu, kamu bisa mengkurasi dan mempersempit ide-ide tadi menjadi beberapa ide yang paling rasional dan potensial.
 

Prototype

Langkah keempat dalam proses design thinking adalah tentang eksperimen dan mengubah ide menjadi produk yang nyata. Pada dasarnya, prototipe adalah versi kecil atau versi percobaan dari suatu produk yang diidentifikasi menjadi solusi pada fase sebelumnya.

Langkah ini adalah kunci dalam menguji setiap solusi dan menyoroti setiap kekurangan yang ada. Pada tahap ini, solusi dalam bentuk prototipe ini dapat diterima, ditingkatkan, didesain ulang, atau bahkan ditolak, Be-emers.
 

Test

Setelah pembuatan prototype, akan dilakukan pengujian oleh konsumen. Namun, hal ini bukan serta merta menjadi akhir dari proses design thinking. Kenyataannya, hasil dari fase ini seringkali membawa kamu kembali ke langkah sebelumnya untuk menyempurnakan solusi yang kamu berikan.

Nah, kamu bisa coba terapkan proses design thinking untuk menemukan ide baru sebelum memulai bisnismu, Be-emers!