Apa yang Membedakan Decentralized Finance dan Centralized Finance?

Ilustrasi Gambar Saham Cyrptocurrency - Bisnis Muda - Canva.com

Ilustrasi Gambar Saham Cyrptocurrency - Bisnis Muda - Canva.com


Saat ini, dunia kripto tengah ramai memperbincangkan Decentralized Finance dan Centralized Finance. Namun, sebenarnya investor sudah tahu belum yah perbedaan dari keduanya seperti apa?

Dalam dunia kripto, ada yang namanya Decentralized Finance (DeFi) dan Centralized Finance (CeFi) yang ditenagai oleh teknologi Blockhain, yang notabene memiliki peran penting dalam kripto.

Menariknya, pada tahun 2019, Blockhain DeFi memiliki aktifitas tertinggi dan juga telah mendominasikan semua pemberitaan.

Lantas, sebenarnya apa yang menjadikan Decentralized Finance dan Centralized Finance itu berbeda pengertiannya dan kegunaannya dalam aset kripto?
 

Decentralized Finance, Apa Itu?

Decentralized Finance atau dikenal sebagai DeFi, dilansir dari duniafintech.com, (DeFi) menjadi salah satu aset penting dalam kripto. DeFi merupakan sebuah sistem yang menawarkan sebuah alternatif dan sistem keuangan yang konvensional.

Sebab, DeFi tidak membutuhkan perantara alias campur tangan oleh pihak ketiga. DeFi sendiri dapat membantu penggunanya dalam mengelola dana secara mandiri.


Bisa dibilang, dengan kehadiran DeFi ini, akan mendisrupsikan lembaga keuangan secara tradisonal. Secara umum, DeFi dapat melalukan transaksi keuangan yang berjalan secara langsung di Blockhain antara penggunanya, tanpa ada pihak ketiga di dalamnya.

Lalu bagaimana dengan Centralized Finance?

Baca Juga: Jadi Salah Satu yang Terbaik di Teknologi Blockchain, Apa Itu NFT?
 

Apa Itu, Centralized Finance?

Centralized Finance atau CeFi. merupakan sistem keuangan terpusat (centralized). Artinya, dilansir dari merdeka.com, CeFi ini langsung dikendalikan oleh perusahaan aplikasi dan jaminannya dapat dipastikan pada perusahaan itu sendiri.

Bahasa lebih mudahnya, CeFi adalah sistem yang semua perintahnya itu berasal dari satu pihak pusat yang bertujuan untuk dapat membangun perdagangan yang adil. Artinya, mengutip dari duniafintech.com, dengan nominal harga tertentu, tidak akan berubah atau itu adalah harga satu-satunya yang berlaku.

Singkatnya, CeFi menggunakan pihak ketiga untuk dapat mengamankan aset yang ada dalam blockchain. Pihak ketiga yang ada pada CeFi ini adalah pihak Bank.

Adapun, CeFi dapat dijelaskan sebagai sebuah struktur dan jasa keuangan yang memfasilitasi penggunaanya melalui sistem yang sudah tersentralisasi.

Jadi, untuk para investor dan calon investor lainnya, jika ingin menggunakamn CeFi tentunya harus memberikan kepercayaan penuh kepada salah satau Bank yang dapat dipecaya.

Baca Juga: Ngomongin Cryptocurrency, Apa Itu Token dalam Blockchain?