Tahapan dan Siklus Hidup Startup

<a href='https://www.freepik.com/photos/background'>Background photo created by rawpixel.com - www.freepik.com</a>

<a href='https://www.freepik.com/photos/background'>Background photo created by rawpixel.com - www.freepik.com</a>


Sebuah bisnis tentu memiliki sebuah tahapan ataupun siklus hidup. Begitu pula sebuah startup juga memiliki tahapan dan siklus hidup bisnis mereka.

Mengapa kita penting dan perlu dalam mempelajari hal ini? Sebab, ini menjadi sebuah peta kedepannya apabila kita memiliki sebuah bisnis dan start up kita.

Dengan tahu peta tersebut, maka kita bisa membuat keputusan untuk menentukan arah bisnis dan startup kita. Juga, kita bisa merevisi apa yang telah terjadi.

Untuk mempermudah pemahaman kita dengan hal tersebut maka kita bisa menyimak kurva yang ada di bawah ini:
 

Kurva S

Kurva S



Penjelasan kurva S tersebut adalah sebagai berikut:

1. Innovator: pada tahap siklus tersebut kita bisa menciptakan ide ide baru yang fresh yang mendasari pembentukan startup kita. Ide ide tersebut harus dipikirkan kebermanfaatannya untuk menciptkan solusi bagi permasalahan khalayak umum.

Pastikan ide tersebut original dan tidak menjiplak secara mutlak dari ide orang lain. Jika ada kemiripan dengan ide orang lain pastikan kita memberi pembeda supaya startup kita memiliki ciri khas tersendiri.

2. Early adopther: pada masa ini, startup mulai memasuki pasar dengan penciptaan aplikasi walaupun belum aplikasi final tapi sudah membuat MVP produk mereka. Step ini menjadi penentu juga apakah start up bisa berkembang lebih jauh lagi atau mati di fase ini.

Di saat ini juga pengeluaran start up mulai membengkak dan membutuhkan suntikan dana kembali. Masa ini juga menjadi masar Rapid Growth dimana kenaikan grafik menjadi sangat tajam dari bawah ke atas.

Di masa ini, biasanya investor mulai memikirkan untuk menguangkan kembali investasi mereka dengan keuntungan yang meningkat tajam.

3 & 4. Majority : pada masa ini startup dihadapkan pada sebuah keadaan dimana bisnis mereka sudah mulai berjalan dan pendapatan mulai positif sehingga pendanaan bank bisa masuk pada fase ini. Masa ini juga sangat rumit dimana inovasi diperlukan untuk mendukung bisnis mereka supaya terus berkembang dan tidak mati.

Jika mereka tidak berinovasi dan meningkatkan kinerja maka mereka bisa menjadi bangkrut dan grafiknya menurun. Bila startup bisa mengembangkan ide dan teknologi baru maka mereka bisa terus bertahan baik secara grafik stagnan lurus maupun meningkat lagi seperti yang ditunjukkan oleh nomer 5.

5. Laggard: di fase ini, terlihat jika startup yang bisa melewati masa 3 dan 4 akan menghasilkan kinerja yang stabil dan bahkan meningkat. Minimal, jika susah untuk meningkatkan maka harusnya dipertahankan seperti grafik di angka 5.

Biasanya di fase ini, startup ini telah bisa menguasai pasar dan mengalahkan pesaing karena pesaing telah berguguran di fase sebelumnya.

Dalam fase dan tahapan ini masing masing startup memiliki waktu masing masing. Bisa jadi dalam hitungan puluhan tahun, tahunan, bulanan, mingguan bisa juga harian jika terjadi hal yang radikal terjadi.

Juga sektor start up sangat mempengaruhi fase dan tahapan tersebut. Dari segi market dan pesaing juga berpengaruh dan intinya, banyak variabel langsung maupun tidak langsung yang dapat mempengaruhi siklus hidup start up tersebut.

Baca Juga: Perbedaan Istilah Unicorn, Decacorn, dan Hectocorn dalam Dunia Startup