Trader vs Value Investor, Mana Yang Lebih Cocok untuk Para Newbie?

Trader vs Value Investor, Mana Yang Lebih Cocok untuk Para Newbie? Illustration Web Bisnis Muda - Canva

Trader vs Value Investor, Mana Yang Lebih Cocok untuk Para Newbie? Illustration Web Bisnis Muda - Canva

Like

Siapa Be-emers di sini yang baru mau terjun ke dunia saham? Jika kamu memutuskan untuk bergabung, tahap awal yang perlu kamu lakukan adalah memilih gaya investasi yang akan kamu jalani.

Dalam dunia saham sendiri, terdapat dua jenis gaya investasi, Be-emers. Kedua hal tersebut adalah trader dan value investor, yang sama-sama bisa membantumu untuk mendapatkan keuntungan. Namun, keduanya punya perbedaan yang signifikan, lho!
 

Trader

Istilah trader memiliki definisi investor yang melakukan aksi perdagangan saham dalam suatu periode tertentu, biasanya seperti harian, mingguan, ataupun bulanan. Fokus dari aktivitas yang dilakukan oleh trader atau yang biasa disebut dengan trading adalah cash turnover (perputaran kas).

Umumnya, trader nggak suka kalau uang yang mereka miliki menganggur atau diam di tempat saja. Mereka cenderung memutar uangnya ke saham lain agar bisa memperoleh keuntungan (capital gain).

Selain itu, biasanya trader memiliki prinsip untuk Buy and Sale saham yang dimilikinya, serta menjalankan strategi yang fokus pada Price Action atau harga saham saham yang memiliki potensi untuk naik dalam waktu dekat.

Menurut seorang trader Wall Street era 90-an, ada 3 hal yang harus dihindari ketika melakukan trading saham, yaitu:
  1. Kurang pengetahuan tentang instrumen saham
  2. Metode dan strategi perdagangan yang tidak tegas
  3. Melanggar aturan yang dibuat


Risiko dari trading sendiri cenderung lebih tinggi namun bisa memberikan return yang lebih tinggi juga. Hal tersebut disebabkan harga bisa naik atau turun dalam waktu singkat. 

Orang yang memiliki karakteristik bergerak cepat, agresif, dan berani mengambil keputusan cocok untuk menjadi trader.
 

Value Investor

Mengutip Bapak Value Investing yaitu Benjamin Graham, investasi merupakan aktivitas yang melibatkan analisis secara menyeluruh, dan menyediakan keamanan dana pokok, serta return yang memuaskan.

Value investor harus paham seluk beluk operasional investasi dan memiliki karakter seperti seorang investor. Biasanya, seorang value investor membeli saham dan menyimpannya untuk waktu yang lama, bisa berbulan-bulan hingga bertahun-tahun lamanya, lho!

Yup, hal tersebut disebabkan karena value investor memegang prinsip Buy and Hold. Strategi yang diterapkan adalah memilih saham perusahaan yang sehat dan berfundamental yang baik pula.

Seorang value investor cenderung abai dengan kondisi fluktuasi Price Action-nya, selama perusahaan tersebut masih memiliki kinerja baik. 

Value investing seringkali dianggap sebagai ‘seni’, yang biasanya menghasilkan return yang lebih rendah dengan risiko yang cenderung lebih rendah juga. Value investing cocok dilakukan oleh orang-orang yang memiliki karakter tenang, sabar, dan penuh kehati-hatian.

Gimana Be-emers, udah tau kan mau jadi trader atau value investor?