Facebook Papers: Terpaan Baru Skandal Perusahaan Mark Zuckerberg!

Facebook Illustration Web Bisnis Muda - Image: Flickr

Facebook Illustration Web Bisnis Muda - Image: Flickr

Like

Terpaan kabar seputar perusahaan yang didirikan oleh Mark Zuckerberg memang sedang ramai mencuat ke permukaan publik. Seperti beberapa pekan terakhir, ramai diperbincangkan seputar kabar Facebook Inc. yang ingin melakukan rebranding atau perubahan identitas serta citra.

Sedikit kilas balik, dugaan Facebook Inc. ingin melakukan rebranding ialah karena ingin mengubah Facebook agar lebih fokus pada metaverse, sebagaimana dikutip dari The Verge.

Namun, di balik keinginan rebranding tersebut, Facebook juga sedang dibayangi beberapa kasus serta polemik yang menimpanya mulai dari kontroversi XCheck atau seputar program khusus untuk pengguna elit Facebook hingga algoritma News Feed Facebook.

Baca Juga: Bangun 'Metaverse', Facebook Berencana Rekrut 10 Ribu Pekerja

Tak berselang lama, celakanya Facebook kembali diterpa kasus serta polemik baru yang merupakan buah dari "The Facebook Papers" yang sampai ke tangan Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat pada Senin, (25/10/2021), sebagaimana dikutip dari The Washington Post.


Lebih lanjut lagi, The Facebook Papers itu merupakan sebuah dokumen internal perusahaan berisi hampir sepuluh ribu halaman yang berhasil dilaporkan oleh Frances Haugen yang diketahui adalah seorang mantan karyawan Facebook.


The Facebook Papers

The Facebook Papers ini memiliki garis besar seputar bagaimana perusahaan Facebook dinilai memilih mendapatkan keuntungan dibandingkan memastikan keselamatan dan kepentingan publik.

Hal tersebut semakin diperkuat oleh kesaksian Frances Haugen dan penasihat hukumnya serta beberapa karyawan Facebook -yang tidak ingin disebutkan namanya- di hadapan subkomite Senat Commerce dalam bentuk The Facebook Papers yang telah disunting.

Dokumen yang telah disunting tersebut juga diketahui telah dalam tinjauan oleh konsorsium yang berisikan 17 organisasi media berita di Amerika Serikat.

Baca Juga: Dibayangi Banyak Kasus, Ini yang Perlu Kamu Ketahui tentang Facebook

Namun, ternyata rangkuman dari The Facebook Papers bukan hanya sekedar bagaimana perusahaan memilih mendapatkan keuntungan dibandingkan memastikan keselamatan dan kepentingan publik, melainkan ada beberapa paparan lain sebagaimana berdasarkan dokumen Wall Street Journal :
 

Masalah Perdagangan Manusia atau Human Trafficking Problem

Melansir dari New York Magazine, Facebok diketahui telah mengetahui keterkaitan tentang masalah perdagangan manusia ini setidaknya sejak tahun 2018 mulai dari dokumen yang menggambarkan perempuan yang diperdagangkan hingga pelecehan seksual yang menggunakan Facebook sebagai platformnya.
 

Kekeliruan Atas Klaim Mark Zuckerberg dengan Penelitian Internal

Pada tahun lalu, Mark Zuckerberg memberikan pernyataan didepan Kongres AS bahwasannya perusahaannya telah menghapus 94 persen dari ujaran kebencian (hate speech) yang ditemukan sebelum dilaporkannya. Namun, dalam dokumen internal yang dilakukan oleh peneliti menunjukkan bahwa Facebook hanya menghapus kurang dari 5 persen dari semua ujaran kebencian.
 

Gagal Mengawasi Konten Secara Efektif di Sebagian Besar Dunia

Hal yang kerap terjadi berkaitan dengan hal ini berlandaskan dari banyak tulisan dari platform ini yang terbilang berisikan ujaran kebencian dan misinformasi yang dapat membahayakan anak – anak, memicu perpecahan hingga melemahkan demokrasi.

Gimana nih, Be-emers kira - kira kelanjutan dari The Facebook Papers ini?