Goldman Sachs Sebut Bitcoin Akan Bersaing dengan Emas dalam Hal Penyimpan Nilai

Bitcoin Illustration Web Bisnis Muda - Image: Reuters

Bitcoin Illustration Web Bisnis Muda - Image: Reuters


Presensi atas cryptocurrency terkhusus Bitcoin memang terus menunjukkan capaian eskalasi berkat beragamnya bentuk adopsi yang dilakukan oleh para penggiatnya.

Salah satu cerminan yang terlihat seperti yang dilakukan oleh jaringan ritel asal Meksiko yaitu Elektra usai menyediakan opsi pembayaran melalui Bitcoin.

Dengan demikian, kehadiran Bitcoin sebagai moda transaksi lambat laun mulai tercetus seiring dengan beberapa pengguna lainnya yang menempatkan Bitcoin sebagai penyimpan nilai atau store of value.

Bahkan, Goldman Sachs belum lama ini juga menyertakan catatan penelitian yang menyatakan bahwa Bitcoin dapat disandingi dengan emas untuk urusan penyimpan nilai.

Baca Juga: Perusahaan Ritel Asal Meksiko Ini Sediakan Opsi Pembayaran dengan Bitcoin


Bitcoin Dapat Sandingi Emas Dalam Urusan Penyimpan Nilai

Dikutip dari Reuters, perusahaan bank investasi dan jasa keuangan multinasional asal Amerika Serikat yaitu Goldman Sachs baru saja menerbitkan catatan penelitian kepada klien yang menyebut bahwa Bitcoin berpotensi mengambil pangsa pasar emas pada tahun 2022.


Proyeksi yang dicatatkan oleh Goldman Sachs didasari karena aset digital ini semakin banyak diadopsi berkat beragam akesebilitas yang juga tersedia.

Berdasarkan catatan, hingga kini kapitalisasi pasar Bitcoin telah berada di angka US$700 miliar. Capaian tersebut sudah termasuk dari 20 persen pangsa pasar lain yang menempatkan Bitcoin sebagai wadah penyimpan nilai atau store of value.

Dalam skenario hipotesis, jika saja pangsa Bitcoin dari pasar penyimpan nilai meningkat hingga 50 persen, Goldman Sachs memprediksi harga Bitcoin dapat menyentuh lebih dari US$100.000 dengan laju pengembalian tahunan sebesar 17 persen atau 18 persen.

Analis Goldman Sachs Zach Pandl juga menambahkan bahwa angka tersebut berpotensi lebih besar dari waktu ke waktu dalam daftar prediksi proporsi ditahun 2022.

Oleh karena itu, Pandl menyebut bukan tak mungkin sewaktu-waktu Bitcoin akan menjadi opsi teratas untuk dijadikan sebagai penyimpan nilai seraya dengan nilai kapitalisasi yang dimilikinya untuk menandingi kapitalisasi emas yang kini bertengger diangka US$2,6 triliun.

Bitcoin sejak lama telah disebut sebagai aset emas digital dengan kelebihan yang dimilikinya yaitu tidak perlu membayar bunga atau dividen.

Bitcoin sendiri pernah tercatat memiliki rekor nilai pasar tertinggi pada bulan November lalu US$69.000 atau telah melonjak lebih dari 4.700 persen sejak tahun 2016.

Untuk diketahui, penyimpan nilai atau store of value ialah kemampuan sebuah aset yang dapat mempertahankan nilainya dari waktu ke waktu tanpa terdepresiasi seperti halnya logam mulia atau beberapa mata uang lainnya.

Gimana tanggapanmu, Be-emers?