China Resmi Perkenalkan CBDC Miliknya Bernama e-CNY

e-CNY Illustration Web Bisnis Muda - Image: Orange Wang

e-CNY Illustration Web Bisnis Muda - Image: Orange Wang


Ketakutan para Bank Sentral Dunia atas laju cryptocurrency yang begitu progresif memang memicu ambisinya untuk terus berusaha mempercepat pengaplikasian Central Bank Digital Currency (CBDC).

Bank Sentral Dunia menilai keberadaan CBDC rasanya dapat menghalau cryptocurrency yang sifatnya terdesentralisasi, sehingga dapat mempertahankan keberadaan uang agar tetap dikuasai oleh para bank sentral.

Bank Indonesia (BI) sendiri sebenarnya juga sudah mengitikadkan Rupiah Digital seraya dengan beberapa kajian yang sedang dilakukan.

Berbeda dengan China, diketahui negara tersebut baru saja memperkenalkan CBDC miliknya yang bernama e-CNY atau Dompet Yuan Digital seiring dengan implikasi dari berbagai pihak, nih, Be-emers!

Baca Juga: Terindikasi Ancaman Bagi Bank Sentral, Apakah Rupiah Digital Jadi Solusi untuk Halau Kripto?
 

Seputar e-CNY Yuan Digital

Mengutip dari South China Morning Post, People's Bank of China (PBoC) pekan ini baru saja meluncurkan CBDC miliknya yaitu e-CNY atau Yuan Digital dalam bentuk aplikasi yang telah tersedia di App Store dan juga Google Play Store.


e-CNY tersebut nantinya akan memudahkan pengguna untuk dapat menyimpan dan membayar yuan keseluruh merchant yang tersedia di China baik dalam bentuk QR Code atau semacamnya.

Gubernur PBoC Yi Gang juga memberi imbuhan bahwa e-CNY tersebut telah tersedia diberbagai kota yang terletak diseluruh penjuruh China diantaranya Beijing, Shenzhen, Suzhou, Xiongan, Chengdu, Shanghai, Hainan, Changsha, Xian, Qingdao dan Dalian.

Pengaplikasian Yuan Digital ini sendiri dinilai sebagai upaya transformasi uang kartal menjadi uang digital yang sebenarnya sudah tercetus sejak tahun 2014.

Namun pada saat itu PBoC masih memiliki hambatan dalam interoperabilitas seiring dengan minimnya kontribusi. Berbeda dengan tahun ini dimana beragam implikasi hadir, baik dari berbagai perusahaan teknologi hingga jaringan ritel.

Sebagai contoh, layanan aplikasi WeChat dan Alipay yang juga memberi gelagat atas dukungannya terhadap keberadaan e-CNY dengan melakukan uji coba atas pembayaran seluler lewat yuan digital tersebut.

Dikesempatan lain, salah satu ritel yang berpusat di Beijing yaitu JD.Com, Inc. juga diketahui telah menyediakan opsi pembayaran dalam bentuk yuan digital, bahkan sudah dilakukan dalam setahun terakhir.

Yi Gang juga menambahkan alasan dibalik tanggal peluncuran e-CNY ini sebenarnya berdekatan dengan salah satu momentum yaitu Olimpiade Musim Dingin 2022 yang direncanakan akan terselenggara di China mulai 4 Februari 2022 hingga 20 Februari 2022.

Dengan itu, Yi Gang berharap rasanya dapat memperkenalkan e-CNY secara lebih komprehensif, terlebih e-CNY ini juga dapat diakses oleh orang asing yang ingin mengonversi mata uang asing kedalam yuan hanya dengan melampirkan paspor dan nomor telepon.

Gimana tanggapanmu, Be-emers?