Mirip Clubhouse, LinkedIn Luncurkan Fitur Audio Live Interaktif Audio Event

LinkedIn Audio Event Illustration Web Bisnis Muda - Image: 9to5Mac

LinkedIn Audio Event Illustration Web Bisnis Muda - Image: 9to5Mac


Pandemi COVID-19 memang membawa dampak tersendiri dalam menyiasati sebuah pertemuan karena keterbatasan dengan bantuan fitur audio live atau bahkan telekonferensi video yang disediakan berbagai platform digital.

Tak heran, berbagai platform digital tersebut seketika saling berebut tempat untuk dapat mewadahi sekaligus menyediakan atas kebutuhan audio live dan juga telekonferensi video.

Terlebih, sejak kehadiran salah satu aplikasi live audio Clubhouse meledak, seketika beberapa platform media sosial juga ikut mengadopsi fitur serupa seperti yang dilakukan Spotify lewat sajian fitur Greenroom.

Berdalih tak ingin tertinggal, kini giliran LinkedIn yang juga memperkenalkan fitur audio live tersebut seiring dengan peluncurannya yang akan dilakukan bulan ini, Be-emers!

Baca Juga: Spotify Luncurkan Greenroom, Akankah Jadi Kompetitor Clubhouse?
 

Seputar Fitur Audio Event LinkedIn

Dihimpun dari The Verge, situs web jaringan sosial LinkedIn baru saja mengumumkan bahwa pihaknya akan segera meluncurkan fitur Audio Event dalam versi beta di bulan ini.


Fitur yang dapat mewadahi layanan audio live interaktif tersebut sebenarnya sudah lebih dulu dikaji oleh LinkedIn sejak bulan Maret tahun lalu.

Pihak LinkedIn yang juga merupakan bagian dari Microsoft menambahkan bahwa fitur Audio Event ini akan mampu memudahkan pengguna untuk dapat bergabung ke sebuah diskusi atau bahkan menciptakan ruang diskusi baru.

Fitur Audio Event ini digambarkan sebagai sebuah ruang diskusi berbentuk panel yang dapat dimoderisasi oleh host dalam format meja bundar.

Tidak hanya moderisasi, host juga diberikan kemampuan untuk dapat mengatur keleluasaan audiens dan juga kemampuan untuk merekam sepanjang diskusi berlangsung.

Lebih lanjut, lewat sajian fitur Audio Event pengguna akan dapat lebih mudah untuk melangsungkan diskusi interaktif secara end-to-end tanpa harus memerlukan perangkat lunak ketiga.

Product Manager LinkedIn Jake Poses dalam keterangannya juga memberi sedikit imbuhan bahwasanya fitur Audio Event ini direncanakan juga akan hadir dalam versi telekonfersi video pada musim semi mendatang.

Namun, Jake Poses memperkirakan nampaknya fitur Audio Event ini akan terhindar dari monetisasi, berbeda dengan beberapa layanan audio live yang menyediakan tiket atau undangan secara berbayar agar dapat tergabung dalam sebuah ruang diskusi.

Disamping itu, fitur Audio Event ini sebenarnya lahir dari sebuah inisiasi untuk mengejar ketertinggalan atas beberapa media sosial lain yang sebenarnya sudah mengadopsi fitur tersebut diantaranya Twitter lewat sajian Spaces, Facebook lewat sajian Live Audio Rooms hingga Discord lewat sajian Stage Channels.

Baca Juga: Mengenal Twitter Spaces, Saingan Baru Clubhouse

Gimana tanggapanmu, Be-emers?