Kerja Keras dan Kerja Cerdas, Dua Hal Berbeda yang Sama Pentingnya

Kerja keras dan kerja cerdas sejatinya saling menunjang dan melengkapi (Sumber: Freepik)

Kerja keras dan kerja cerdas sejatinya saling menunjang dan melengkapi (Sumber: Freepik)


Hai, Be-emers! Di era sekarang ini, tentu saja kalian para milenial sudah pernah mendengar apa yang disebut sebagai kerja keras dan juga kerja cerdas.

Atau kalian sudah pernah mendengar, tetapi belum sepenuhnya memahami?

Eitss, tenang aja, di sini kita akan membahas tentang kerja keras dan kerja cerdas kok. Maka dari itu, simak penjelasannya sampai selesai yaa!

Baca Juga: 4 Negara dengan Masyarakat yang Miliki Etos Kerja Tinggi, Ini Faktanya!
 

Mengenal Apa Itu Kerja Keras dan Kerja Cerdas

Meskipun terdengar hampir serupa, tetapi nyatanya kedua hal ini cukup berbeda lho, Be-emers. Kerja keras sendiri dapat diartikan sebagai metode dalam menjalankan suatu hal yang cenderung lebih menekankan aspek waktu dan energi yang lebih besar.

Hal ini tentu saja tidak dilakukan tanpa tujuan. Metode kerja keras dinilai sangat berguna agar kita bisa mengupayakan usaha yang maksimal sehingga hasil kerja kita lebih berkualitas.


Contoh kerja keras yang dapat kita lakukan antara lain adalah melakukan suatu hal dengan totalitas dan konsisten, berusaha membentuk motivasi yang kuat terhadap pekerjaan yang sedang dilakukan, dan lain sebagainya.

Berbanding terbalik dari kerja keras, kerja cerdas dapat diartikan sebagai metode dalam menjalankan suatu hal dengan mengutamakan upaya atau energi yang lebih kecil tanpa mengurangi kualitas pekerjaan yang dihasilkan.

Contoh dari kerja cerdas dapat kita lihat dari adanya penggunaan teknologi, kreativitas, komunikasi yang baik, pemanfaatan waktu, dan lain-lain.   

Baca Juga: Jaga 6 Pola Hidup ini, Agar Work Life Balance Terjaga dan Tidak Mudah Burn Out saat Banyak Kerjaan
 

Mengapa Kerja Keras dan Kerja Cerdas Sama Pentingnya?

Meskipun antara kerja keras dan kerja cerdas merupakan dua hal yang berbeda dari beberapa sisi, kira-kira metode kerja mana yang lebih penting dan efektif untuk dilakukan?

Jawabannya adalah keduanya sama-sama penting. Dalam kita berproses atau menyelesaikan suatu pekerjaan, tentu saja kita tidak hanya membutuhkan satu aspek penunjang saja.

Aspek-aspek dalam hal ini dapat mengacu pada ketekunan, semangat kerja, kreativitas, kedisiplinan, pengaturan waktu yang baik, pemanfaatan teknologi, dan lain sebagainya. Tentu saja, antar-aspek tersebut akan saling menunjang dan melengkapi dari apa yang sedang kita kerjakan.

Misalnya, kita lebih mengutamakan konsistensi dan keuletan dalam bekerja saja sebagai aspek dari kerja keras. Namiun, kita justru mengabaikan pemanfaatan teknologi, pengelolaan waktu, hingga kreativitas sebagai aspek kerja cerdas yang sejatinya akan sangat membantu pekerjaan kita.

Memang pekerjaan tersebut masih dapat terselesaikan. Akan tetapi, alangkah lebih baik, apabila keduanya saling mendukung satu sama lain, sehingga usaha yang kita keluarkan pun lebih efektif.

Sebaliknya, jika kita hanya menekankan pemanfaatan teknologi saja misalnya sebagai contoh dari aspek kerja cerdas, tetapi diri kita sendiri tidak mempunyai motivasi dan ketekunan sebagai aspek dari kerja keras. Tentu saja, hasil dari pekerjaan kita pun tidak akan sepenuhnya efektif.

Maka dari itu, kedua hal tersebut, yaitu kerja keras dan kerja cerdas sejatinya adalah dua hal yang berbeda, tetapi saling melengkapi dan menyempurnakan satu sama lain. Dengan menyeimbangkan antara keduanya, apa yang kita kerjakan tentu akan dapat berjalan dengan lebih efektif dan efisien.    






Editor: Rachma Amalia