BGTC 2022: 3 Strategi Telkom Hadapi Tantangan Digital

Manager Government SVC - Telkom Indonesia Samarinda Juned Drajat Prasetyo. (Dokumentasi Tim BGTC)

Manager Government SVC - Telkom Indonesia Samarinda Juned Drajat Prasetyo. (Dokumentasi Tim BGTC)

Like

Dalam gelaran BGTC 2022 yang dilaksanakan di Unmul, Telkom Indonesia memaparkan bahwa pihaknya telah menyiapkan 3 strategi untuk menghadapi tantangan digital.

Saat ini perkembangan teknologi sangat pesat, sejalan dengan hal tersebut budaya dan perilaku masyarakat perlahan juga mulai bergeser ke arah digitalisasi.

Sayangnya tidak semua masyarakat di Indonesia sudah memahami mengenai digitalisasi ini. Sebenarnya hal ini tidak mengejutkan mengingat Indonesia adalah negara yang sangat besar.

Wilayah Indonesia terpisah oleh pulau, penduduknya ratusan juta jiwa. Sehingga ada jarak pengetahuan antara satu wilayah dengan wilayah lainnya. 

Hal ini juga yang menjadi perhatian dalam BGTC 2022 yang digelar pada Kamis, 6 Oktober 2022 di Universitas Mulawarman Samarinda.


Saat ini di Indonesia literasi digital masih minim, apalagi untuk orang-orang yang tinggal jauh di pedesaan atau bukan di kota-kota besar.
 

Mahasiswa Agen Literasi Digital


Melalui BGTC Samarinda, Manager Government SVC - Telkom Indonesia Samarinda Juned Drajat Prasetyo menyampaikan bahwa mahasiswa harus jadi agen. 

Menurutnya, mahasiswa memiliki tanggung jawab untuk meliterasikan digital yang tidak lepas dari internet kepada lebih banyak lagi masyarakat Indonesia.

“Tujuannya apa, supaya kita jauh melek literasi digital jangan sampai ada masyarakat Indonesia awam terhadap digital,” ujarnya.

Baca Juga: BGTC 2022 Ke-6 Sukses Digelar, Tanamkan Pentingnya Literasi Digital

Dia menambahkan literasi digital yang tidak lepas dari internet kini makin menunjukkan pergeseran pasar.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2021, penggunaan internet telah mencakup seluruh usia.

Persentasenya adalah pengguna internet generasi alpha yaitu generasi setelah gen z dengan generasi boomers masing-masing adalah 11 persen alias sama. 

“Artinya anak-anak usia 11 tahun sama dengan usia kakek kita dalam penggunaan internet,” terang Juned.
 

Strategi Telkom Indonesia


Tak dapat dipungkiri bahwa banyak hal yang menjadi tantangan untuk menuju proses digital sepenuhnya di Indonesia saat ini, salah satunya literasi tadi.

Telkom Indonesia sebagai instansi resmi yang bertanggung jawab pada informasi dan telekomunikasi, serta berhubungan langsung dengan proses digitalisasi ini bertanggungjawab.

Maka dari itu telkom menyiapkan 3 strategi untuk menghadapi tantangan digitalisasi di Indonesia ini.

Pertama, ekonomi digital yaitu membentuk ekosistem ekonomi berbasis digital dengan berbagai platform layanan dan mendukung inovasi digital melalui program inkubasi bagi startup. 

“Digital tanpa ekonomi ya buat apa, kita sangat serius terhadap ini [yang dibuktikan] ada aplikasi Agree, Indigo dan UMKM,” ungkap Juned. 

Kedua, ekonomi digital tidak akan berjalan apabila tidak ada lingkungan digital yaitu dengan membangun ekosistem bagi lingkungan desa.

Tujuannya untuk membentuk Smart People, Smart Environment, Smart Living, and Smart Mobility melalui pemanfaatan teknologi digital dengan aplikasi Smart Village. 

Ketiga, Masyarakat Digital sebagai aspek penting bagi Telkom Indonesia sebagai Pabrik Talenta yang memiliki misi mengembangkan digital talent muda Indonesia melalui beragam inovasi serta mendukung digitalisasi pendidikan Indonesia.

Baca Juga: BGTC 2022: Manfaatkan Fiber Optik untuk Dapat Penghasilan Tambahan

Mau tulisanmu dimuat juga di Bisnis Muda? Kamu juga bisa tulis pengalamanmu terkait investasi, wirausaha, keuangan, hingga lifestyle di Bisnis Muda dengan klik “Mulai Menulis”.

Submit artikelnya, kumpulkan poinnya, dan dapatkan hadiahnya!

Gabung juga yuk di komunitas Telegram kami! Klik di sini untuk bergabung.