India Ajak Negara G20 Batasi Kripto, Kenapa Tuh?

Kripto. (Ilustrasi: Canva)

Kripto. (Ilustrasi: Canva)

Like

Setelah Indonesia menjadi tuan rumah pada gelaran G20 2022, giliran India yang akan menjadi tuan rumah di tahun berikutnya. Salah satu agenda yang ingin diangkat adalah soal kripto. Kenapa tuh?

Pembahasan soal kripto semakin berkembang bebarengan dengan banyaknya peristiwa-peristiwa dalam dunia kripto. Mulai dari naik turunnya nilai kripto, tidak adanya regulasi, hingga kasus hilangnya uang di bursa kripto FTX. 

Hal ini membuat banyak orang mulai menurunkan kepercayaan pada komoditas ini. Meski begitu investasi pada instrumen ini tetap berjalan, tetap ada orang-orang yang mencoba peruntungannya di kripto.

Melihat masih banyaknya orang-orang yang bermain kripto, banyak pihak yang mendesak agar dibentuk regulasi yang mengatur kripto beserta NFT dan metaverse.

Baca Juga: Indonesia Mau Bikin Bursa Kripto! Memang Sudah Siap?


Namun, hilal pembentukan regulasi tersebut belum terlihat. India sebagai negara yang akan menjadi tuan rumah G20 2023 termasuk yang memiliki concern besar pada sektor ini.

Menyadari punya power untuk menyuarakan gagasannya di G20 nanti, India mengajak negara-negara G20 untuk membatasi kripto.

India Ajak Negara G20 Batasi Kripto


Seperti yang diberitakan Bisnis.com, India terkenal sangat memusuhi kripto. Pemerintahan Narendra Modi menganggap mata uang kripto sama dengan operasi skema Ponzi.

Berbeda dengan negara-negara lain yang melihat peluang dari kripto dan coba menggalinya, India melihat kripto bukan sebagai komoditas yang bisa dijadikan investasi juga.

Perdana Menteri Modi bahkan mendorong adanya undang-undang yang bisa membatasi hingga melarang transaksi kripto. Modi juga mengajak negara-negara di dunia untuk ikut melarang aktivitas mata uang kripto.

Terkait dengan G20 mendatang di India, Menteri Keuangan India Nirmala Sitharaman menyatakan kelompok G20 bisa membahas segala pertimbangan terkait kripto, seiring dengan kemajuan teknologi yang pesat saat ini.

Baca Juga: Tiba-Tiba Naik, Apakah Ada Manipulasi Pasar Kripto?

Sitharaman mengungkapkan pihaknya sudah berkomunikasi dengan berbagai negara mengenai peraturan penggunaan kripto. Dia mengatakan akan membuat prosedur operasi standar yang bisa diikuti oleh semua negara dalam membuat kerangka peraturan. 

"Kami berbicara dengan semua negara, jika kami dapat membuat beberapa prosedur operasi standar yang diikuti oleh semua orang untuk membuat kerangka peraturan, dan jika itu bisa efektif," tambahnya.

Mau tulisanmu dimuat juga di Bisnis Muda? Kamu juga bisa tulis pengalamanmu terkait investasi, wirausaha, keuangan, hingga lifestyle di Bisnis Muda dengan klik “Mulai Menulis”.
 
Submit artikelnya, kumpulkan poinnya, dan dapatkan hadiahnya!
 
Gabung juga yuk di komunitas Telegram kami! Klik di sini untuk bergabung.