Katanya Berfoto di Depan Pohon Ini Bikin Langgeng Jodoh! Bener Enggak ya?

Pohon Jodoh (Sumber gambar: Canva)

Pohon Jodoh (Sumber gambar: Canva)


Sudah tahu belum kalau Kebun Raya Bogor memiliki dua pohon yang disebut pohon jodoh? Valentine lalu yang bersamaan dengan pesta demokrasi Indonesia, Menteri Keuangan Sri Mulyani bersama sang suami, Tonny Sumartono menyempatkan diri berfoto di depan pohon jodoh yang ada di Kebun Raya Bogor setelah mencoblos. 
 

Sri Mulyani berfoto dengan suami./Instagram @smindrawati

Sri Mulyani berfoto dengan suami./Instagram @smindrawati


Lalu kenapa disebut pohon jodoh ya? Berdasarkan dari mitos yang berkembang di masyarakat menyebutkan jika ada yang berfoto di depan pohon tersebut maka jodohnya akan awet dan langgeng sehidup semati lho.

Penasaran nggak sih kira-kira bagaimana sejarahnya dua pohon tersebut dikenal sebagai pohon jodoh? Yuk simak penjelasan berikut ya. 

Mengutip dari laman kebunraya.id, pohon jodoh ini merupakan pohon yang berbeda jenis namun ditanam berdampingan pada tahun 1866. Pohon yang satu merupakan jenis dari pohon Meranti Tembaga (Shorea leprosula Miq.) sedangkan pohon yang ada disebelahnya adalah jenis dari pohon Ara Ratu (Ficus albipila (Miq.) King). 

Baca Juga: Serendipity: Film Romantis Komedi yang Percaya Kalau Jodoh Itu Enggak Akan Kemana!


Karena perawakannya mirip satu sama lain maka masyarakat sekitar menyebut pohon ini sebagai “Pohon Jodoh”. Kedua pohon ini merupakan jenis pohon yang sudah langka di Indonesia dan mitosnya dua pohon ini konon memiliki kekuatan untuk menarik jodoh, karena lokasi pohon berdekatan dengan makam Ratu Galuh Mangkualam yang merupakan istri kedua dari Prabu Siliwangi. 
 

Kebun Raya Bogor./Canva

Kebun Raya Bogor./Canva
 

Mitos lainnya adalah jika yang berfoto sudah terikat pernikahan maka pasangan tersebut akan awet sehidup semati, namun jika yang berfoto statusnya baru berpacaran konon hubungannya malah akan berakhir putus. 
 

Sejarah Kebun Raya Bogor 

Dilansir dari laman kebunraya.id, awal mulanya Kebun Raya Bogor digunakan sebagai kebun percobaan untuk perkebunan yang akan diperkenalkan di Hindia Belanda.

Tetapi pada perkembangannya, Kebun Raya Bogor menjadi cikal bakal perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia dan sebagai wadah bagi ilmuwan khususnya untuk bidang botani di Indonesia secara terorganisasi pada zamannya (1880-1905). 

Selama periode tersebut lahirlah beberapa institusi ilmu pengetahuan lain seperti Bibliotheca Bogoriensis (1842), Herbarium Bogoriense (1844), Kebun Raya Cibodas (1860), Laboratorium Treub (1884), dan Museum dan Laboratorium Zoologi (1894).
 

Taman Akuatik./kebunraya.id

Taman Akuatik./kebunraya.id


Selain itu, Kebun Raya Bogor kini makin bersolek dengan beberapa fasilitas umum dan pilihan program konservasi seperti Taman Meksiko, Taman Akuatik,  Taman Soedjana Kassan, Griya Anggrek, Taman Durian, Taman Nepenthes, Taman Astrid, Ecodome, Taman Kopi, Taman Teijsmann, Monumen Lady Raffles, Taman Bambu, Taman Orchidarium, Monumen Reinwardt, Kolam Gunting, dan beberapa monumen lainnya. 

Baca Juga: Berkebun di Tengah Kota? Kenalan Dulu sama Urban Farming

Nah, buat yang penasaran dengan pohon jodoh dan beberapa taman yang ada di Kebun Raya Bogor serunya sih melihat langsung dan rasakan pengalaman menyusuri kebun di tengah kota Bogor yang asri.

Untuk tiket masuk Kebun Raya Bogor bisa dibeli secara langsung dan online dengan alamat di Jalan Ir. H. Juanda No. 13, Kota Bogor, Jawa Barat, atau melalui laman kebunraya.id ya Be-emers. 


___________________________________________________

Punya opini atau artikel untuk dibagikan juga? Segera tulis opini dan pengalaman terkait investasi, wirausaha, keuangan, lifestyle, atau apapun yang mau kamu bagikan. Submit tulisan dengan klik "Mulai Menulis".

Submit artikelnya, kumpulkan poinnya, dan dapatkan hadiahnya!

Gabung juga yuk di komunitas Telegram kami! Klik di sini untuk bergabung!