Berkebun di Tengah Kota? Kenalan Dulu sama Urban Farming

Farm - Canva

Farm - Canva

Like

Kata siapa berkebun itu perlu lahan yang luas? Enggak juga kok, Be-emers!

Berkebun kini bahkan bisa dilakukan di wilayah perkotaan lho! Hal itu dikenal dengan istilah urban farming alias pertanian kota.

Urban farming ini bisa menyesuaikan keadaan lingkup perkotaan yang kurang lahan untuk berkebun. Nah, kegiatan ini ternyata punya subsistem juga nih.

Berikut subsistem urban farming menurut Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jakarta, yang dikutip dari laman Bisnis.
 

Vertikultur

Sesuai namanya, subsistem ini merupakan teknik budidaya vertikal untuk menyiasati keterbatasan lahan. Terutama di ruang lingkup rumah tangga. 

Subsistem vertikultur ini pas banget buat menanam aneka sayuran seperti bayam, kangkong, kucai, sawi, selada, dan sebagainya. Nah, lumayan banget kan kalau panen, hasilnya bisa kamu kemas dan dijual.

 

Hidroponik

Mungkin kamu sering banget dengar istilah ini. Hidroponik merupakan salah satu cara budidaya tanaman yang memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah sebagai media tanam.

Nah, hidroponik ini dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:
  • Kultur Air:  dilakukan dengan menumbuhkan tanaman dalam media tertentu yang di bagian dasarnya terdapat lautan hara. Jadi, ujung akar tanaman akan menyentuh larutan yang mengandung nutrisi tersebut
  • Kultur Agregat: menggunakan kerikil, pasir, arang sekam. Pemberian hara dilakukan dengan menyiapkan larutan hara dalam tangka lalu dialirkan ke tanaman melalui selang plastik.
  • Nutrient Film Technique (NFT): menanam tanaman dalam selokal panjang yang sempir yang dialiri air yang mengandung larutan hara.

Baca Juga: Yuk, Coba Berbisnis di Rumah Aja lewat Bercocok Tanam Hidroponik
 

Aquaponik

Sistem ini merupakan sistem produksi pangan nih, Be-emers.

Aquaponik ini dikhususkan untuk sayuran yang diintegrasikan dengan budidaya hewan air seperti ikan, udang, dan siput, dalam suatu lingkungan simbiosis.
 

Vertiminaponik

Sistem ini bisa dibilang gabungan dari sistem vertikultur dengan aquaponik. Soalnya sistem budidaya ini merupakan sayuran yang ditanam dengan pot talang plastik secara vertikal dengan sistem aquaponik.

Nah, sistem ini diintroduksikan dengan bentuk persegi berukuran panjang 140 cm, lebar 100 cm, dan tinggi 90 cm berupa tandon air berbahan fiberglass dengan volume 500 liter air. 
 

Wall Gardening

Kamu pernah lihat ada tanaman yang ditanam di tembok?

Nah, itulah yang disebut dengan sistem Wall Gardening nih, Be-emers. Sistem ini memang cukup populer buat tanaman hias dan sering banget ditemui di kantor, puskesmas, atau sekolah ya kan?

Adapun, sistem budidaya ini termasuk ke dalam jenis tanaman vertikal. Namun bedanya, sistem ini memanfaatkan tembok sebagai tempat untuk menempatkan modul pertanaman.

Baca Juga: Panen di Musim Pandemi