Eksistensi Budaya Tradisional di Kalangan Gen Z, Akankah Bertahan dan Tidak Pudar?

(Sumber: Canva)

(Sumber: Canva)

Like

Pesatnya perkembangan zaman saat ini mampu mempengaruhi seni dan budaya tradisional. Hal ini menyebabkan budaya tradisional terus memudar dan terkikis dikarenakan banyak generasi muda yang tidak memperhatikan dan memperdulikan tentang pentingnya seni dan budaya.

Banyak sekali generasi muda yang lebih memilih budaya barat daripada budaya tradisional. Sehingga hal tersebut bukanlah rahasia lagi ketika gen Z Indonesia mulai melupakan seni dan budaya tradisional seperti wayang, batik, gamelan, dan lain sebagainya.

Derasnya kesenian dan kebudayaan barat dari berbagai media dan teknologi yang telah berkembang pesat di masa kini.

Akibatnya, fenomena ini mampu melunturkan seni dan budaya tradisional kian meluntur bahkan memudar.

Baca Juga: Melangkah dalam Keberagaman, Tren Seni Terkini di Indonesia yang Mencerminkan Kreativitas dan Perubahan Sosial


Kesenian dan kebudayaan barat terus mendominasi di dalam negeri, bahkan telah menjadi bagian dalam kehidupan sehari-hari bagi gen Z.

Meluasnya kesenian dan kebudayaan barat di dalam negeri menjadikan gen Z beranggapan bahwa kesenian dan kebudayaan tradisional tidak mengikuti perkembangan zaman dan terkesan kuno.

Oleh karena itu, dampak yang dirasakan sangat terasa bagi gen Z yang tidak mau melestarikan dan bahkan mereka sudah tidak mengenal seni dan budaya di negerinya sendiri.

Beragam kegiatan seni dan budaya dapat dijadikan sebagai referensi kegiatan pelestarian, akan tetapi gen Z terkadang tidak lagi bersemangat dan bergairah dalam mengenal dan mendalami kesenian dan kebudayaan tradisional.

Sehingga mampu menurunkan kualitas budaya, dan bahkan dicuri oleh bangsa lain.

Baca Juga: Hari Seni Sedunia: Seni Lukis di Indonesia Bergeser dari Manual Jadi Seni Digital dan Artificial Intelligence

Pegiat Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri (PKKH) UGM, Prof. Dr. dr. Sutaryo, Sp.A(K), berkata bahwa media massa mampu menjadi kunci utama sebagai wadah untuk penyebarluasan informasi terhadap kesenian dan kebudayaan.